{"id":9161,"date":"2026-10-29T07:45:32","date_gmt":"2026-10-29T07:45:32","guid":{"rendered":"https:\/\/bidikekspres.id\/?p=9161"},"modified":"2026-10-29T07:45:32","modified_gmt":"2026-10-29T07:45:32","slug":"dugaan-pengoplosan-beras-sphp-mentan-andi-amran-sulaiman-mentan-biadab-jatah-rakyat-dirampok-demi-keuntungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bidikekspres.id\/?p=9161","title":{"rendered":"Dugaan Pengoplosan Beras SPHP, Mentan Andi Amran Sulaiman, Mentan: Biadab! Jatah Rakyat Dirampok Demi Keuntungan"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #0000ff\"><strong>Dugaan Pengoplosan Beras SPHP, Mentan Andi Amran Sulaiman, Mentan: Biadab! Jatah Rakyat Dirampok Demi Keuntungan<\/strong><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-9162 aligncenter\" src=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Mentan-300x213.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"213\" srcset=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Mentan-300x213.jpg 300w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Mentan-768x545.jpg 768w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Mentan.jpg 934w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #0000ff\"><strong>Bidik Ekspres.id | Bandung<\/strong><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengecam keras dugaan praktik pengoplosan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bersubsidi yang diduga disalahgunakan untuk meraup keuntungan pribadi. Saat meninjau lokasi penyitaan beras di Toko\/Rumah Beras Kayumanis, Jalan Kayumanis X No. 46A, Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (28\/10\/2026), Mentan Amran menyebut tindakan tersebut tidak punya kemanusiaan.<\/p>\n<p>&#8220;Ini biadab, tidak ada lagi kemanusiaannya. Ini jatah beras untuk orang miskin, ini barang disubsidi, dioplos, dirampok. Ini biadab ini,&#8221; tegas Mentan Amran di hadapan awak media.<\/p>\n<p>Beras SPHP adalah instrumen pemerintah untuk menjaga pasokan dan harga beras tetap terjangkau, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Diduga, beras bersubsidi yang dijual Rp12.500 per kilogram dibongkar kemasannya, kemudian dioplos dan dipasarkan sebagai beras premium dengan harga Rp17.000 per kilogram.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak hanya merugikan negara, ini mengkhianati perjuangan petani dan pemerintah yang bekerja siang malam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah krisis pangan dunia,&#8221; ujar Amran.<\/p>\n<p>Informasi awal menyebutkan jumlah beras yang ditemukan di lokasi mencapai sekitar 600 ton. Namun Mentan menduga volume yang terlibat bisa mencapai ribuan ton dan masih perlu didalami aparat penegak hukum.<\/p>\n<p>&#8220;600 ton yang sudah ditemukan, berarti ini ribuan ton. Ini sudah tidak sehat,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Beras bersubsidi ini diperuntukkan bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah. Penyalahgunaannya, kata Amran, sama saja dengan merampas hak pangan rakyat yang membutuhkan akses pangan terjangkau.<\/p>\n<p>&#8220;Beras ini untuk saudara-saudara kita di desil 1 hingga 5. Sangat dibutuhkan, tapi masih ada yang berani merampok ini,&#8221; tegasnya.<br \/>\n<img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-9162 aligncenter\" src=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Mentan-300x213.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"213\" srcset=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Mentan-300x213.jpg 300w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Mentan-768x545.jpg 768w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Mentan.jpg 934w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><br \/>\nMentan Amran meminta kepolisian mengusut kasus ini sampai ke akar-akarnya \u2014 menelusuri asal beras, jalur distribusi, hingga jaringan yang lebih luas. Informasi sementara mengarah pada gudang Bulog di Kelapa Gading, namun masih harus diverifikasi lebih lanjut.<\/p>\n<p>&#8220;Kami minta dibongkar tuntas. Jangan berhenti di pelaku yang diamankan saja,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Amran menegaskan tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun, termasuk oknum dari Kementerian Pertanian maupun Bulog, apabila terbukti terlibat.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau ada dari Kementerian Pertanian yang terlibat, dipecat! Saya pecat. Sore ini juga saya pecat kalau tahu. Tidak boleh ada yang melindungi,&#8221; ujarnya tegas.<\/p>\n<p>Sementara terkait kemungkinan keterlibatan oknum Bulog, Amran menyatakan tidak akan menuduh tanpa bukti. Namun jika terbukti, sanksi tegas dan proses hukum harus dijalankan.<\/p>\n<p>Mentan Amran juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Jakarta Timur dan jajaran yang telah membongkar kasus ini. Bahkan, rencana penghargaan tertulis akan diberikan Kementerian Pertanian atas langkah pengungkapan tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Beras itu vital. Kalau krisis pangan terjadi, dampaknya bisa ke krisis politik dan konflik sosial. Ini yang diselamatkan kepolisian hari ini,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Mentan meminta agar pelaku dituntut seberat-beratnya dan dikenakan hukuman maksimal sesuai aturan hukum yang berlaku.<\/p>\n<p>&#8220;Pemerintah tidak akan menoleransi penyalahgunaan program pangan bersubsidi. Pengusutan tuntas harus dilakukan agar beras SPHP benar-benar sampai ke rakyat yang membutuhkan, bukan dioplos untuk keuntungan segelintir orang,&#8221; pungkasnya.***<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><i>Editor: <\/i><i>Redaksi<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dugaan Pengoplosan Beras SPHP, Mentan Andi Amran Sulaiman, Mentan: Biadab! Jatah Rakyat Dirampok Demi Keuntungan Bidik Ekspres.id | Bandung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengecam keras dugaan praktik pengoplosan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bersubsidi yang diduga disalahgunakan untuk meraup keuntungan pribadi. Saat meninjau lokasi penyitaan beras di Toko\/Rumah Beras Kayumanis, Jalan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9162,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[36,42,32],"class_list":["post-9161","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-hukum","tag-jakarta","tag-redaksi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9161","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9161"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9161\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9163,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9161\/revisions\/9163"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9162"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9161"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9161"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9161"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}