{"id":8257,"date":"2026-09-25T11:26:57","date_gmt":"2026-09-25T11:26:57","guid":{"rendered":"https:\/\/bidikekspres.id\/?p=8257"},"modified":"2026-09-25T11:26:57","modified_gmt":"2026-09-25T11:26:57","slug":"menakar-urgensi-embung-cibarusah-strategi-tegas-bekasi-tutup-celah-banjir-dan-krisis-air-lahan-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bidikekspres.id\/?p=8257","title":{"rendered":"Menakar Urgensi Embung Cibarusah: Strategi Tegas Bekasi Tutup Celah Banjir dan Krisis Air Lahan Pangan"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #0000ff\"><strong>Menakar Urgensi Embung Cibarusah: Strategi Tegas Bekasi Tutup Celah Banjir dan Krisis Air Lahan Pangan<\/strong><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8258 aligncenter\" src=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Embung-300x174.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Embung-300x174.jpg 300w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Embung-768x444.jpg 768w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Embung.jpg 797w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #0000ff\"><strong>Bidik Ekspres.id | Jakarta<\/strong><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kabupaten Bekasi, yang selama ini lebih sering disorot sebagai raksasa industri penyangga ibu kota, nyatanya menyimpan kerentanan ekologis yang menuntut penanganan serius. Di tengah ancaman perubahan iklim yang memperparah siklus banjir dan kekeringan, Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama pemerintah pusat kini tengah mematangkan sebuah langkah strategis: pembangunan embung raksasa di kawasan Cibarusah.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Instruksi tegas ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, dalam rapat koordinasi tingkat tinggi yang digelar melalui Command Center Diskominfosantik, Cikarang Pusat, Jumat (25\/9\/2026).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Agenda ini bukan sekadar rutinitas birokrasi. Di balik pertemuan tersebut, terdapat peta jalan mitigasi bencana dan penyelamatan ketahanan pangan yang selama ini menjadi titik buta (blind spot) di wilayah selatan Bekasi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dalam arahannya, Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa pembangunan embung di Cibarusah adalah sebuah keniscayaan. Kawasan ini dinilai memiliki posisi vital sebagai penyangga kawasan pangan (*food estate*) lokal.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Pembangunan embung ini sangat penting bagi Kabupaten Bekasi. Ini bukan hanya soal infrastruktur air, melainkan strategi bertahan untuk mendukung kawasan pangan, sekaligus menutup celah potensi banjir dan kekeringan yang selama ini merugikan sektor pertanian kita,&#8221; tegas Asep dalam keterangannya, Jumat (25\/9\/2026).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Namun, ambisi ini tidak dijalankan tanpa kalkulasi matang. Asep memastikan Pemkab Bekasi siap mendukung penuh kebutuhan pembebasan atau penyediaan lahan, dengan satu catatan tegas: tidak ada kompromi terhadap status legalitas dan dampak sosial. Semua lokasi harus melalui kajian ketat sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Langkah investigatif dan taktis mulai ditunjukkan oleh pemkab melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan TNI. Hasil peninjauan lapangan (survei) awal telah memetakan satu lokasi potensial yang dinilai paling aman secara ekologis dan sosial.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8258 aligncenter\" src=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Embung-300x174.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Embung-300x174.jpg 300w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Embung-768x444.jpg 768w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Embung.jpg 797w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Calon lokasi embung tersebut berada di Kampung Sirnajati, membentang sepanjang aliran Sungai Cicadas yang berbatasan langsung dengan wilayah Jonggol, Kabupaten Bogor.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dari hasil pemetaan, area yang dibebankan untuk menampung debit air ini memiliki luas sekitar 1,2 hektare. Yang menjadi catatan penting dan patut diapresiasi, lokasi ini berada di luar area persawahan produktif maupun Tempat Pemakaman Umum (TPU). Pilihan ini mengindikasikan bahwa pemerintah berupaya keras menghindari konflik agraria dan menjaga stabilitas sosial masyarakat setempat, sembari tetap memaksimalkan fungsi hidrologis sungai.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Meski lokasi potensial telah ditemukan, realisasi pembangunan embung Cibarusah masih menghadapi pekerjaan rumah berupa kajian teknis dan administratif.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pemkab Bekasi berkomitmen akan segera menindaklanjuti hasil survei ini melalui kajian teknis mendalam terkait daya dukung tanah, kapasitas tampung air, dan desain tata ruang. Koordinasi lintas sektor melibatkan Dinas PUPR, Dinas Pertanian, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta aparat kewilayahan akan digencarkan agar proyek ini tidak berhenti di atas kertas.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Keberhasilan merealisasikan embung di Sungai Cicadas ini akan menjadi tolak ukur keseriusan Pemkab Bekasi dalam mengelola sumber daya air secara terintegrasi. Jika terealisasi, Cibarusah tidak hanya akan menjadi lumbung pangan yang tahan iklim, tetapi juga percontohan mitigasi bencana yang adaptif di wilayah Jabodetabek.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Publik kini menanti kelanjutan dari kajian teknis tersebut, memastikan bahwa janji penyelamatan lahan pangan dan air di Bekasi selatan ini segera mewujud menjadi infrastruktur yang nyata dan bermanfaat.***<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><i>Editor: Sugiono<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menakar Urgensi Embung Cibarusah: Strategi Tegas Bekasi Tutup Celah Banjir dan Krisis Air Lahan Pangan Bidik Ekspres.id | Jakarta Kabupaten Bekasi, yang selama ini lebih sering disorot sebagai raksasa industri penyangga ibu kota, nyatanya menyimpan kerentanan ekologis yang menuntut penanganan serius. Di tengah ancaman perubahan iklim yang memperparah siklus banjir dan kekeringan, Pemerintah Kabupaten Bekasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8258,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[84,43,85],"class_list":["post-8257","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kab-bekasi","tag-ragam","tag-sugiono"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8257","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8257"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8257\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8259,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8257\/revisions\/8259"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8258"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8257"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8257"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8257"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}