{"id":7244,"date":"2026-08-20T05:35:41","date_gmt":"2026-08-20T05:35:41","guid":{"rendered":"https:\/\/bidikekspres.id\/?p=7244"},"modified":"2026-08-20T05:35:41","modified_gmt":"2026-08-20T05:35:41","slug":"mayjen-krido-pramono-rayakan-hut-ke-81-ri-lewat-panggung-musik-teruslah-melangkah-untuk-merah-putih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bidikekspres.id\/?p=7244","title":{"rendered":"Mayjen Krido Pramono Rayakan HUT ke-81 RI Lewat Panggung Musik \u201cTeruslah Melangkah untuk Merah Putih\u201d"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #0000ff\"><strong>Mayjen Krido Pramono Rayakan HUT ke-81 RI Lewat Panggung Musik \u201cTeruslah Melangkah untuk Merah Putih\u201d<\/strong><\/span><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-7245 aligncenter\" src=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260820-WA0003-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260820-WA0003-300x169.jpg 300w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260820-WA0003-768x432.jpg 768w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260820-WA0003.jpg 961w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"color: #0000ff\"><strong>Bidik Ekspres.id | Jakarta<\/strong><\/span><\/p>\n<p>Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di lingkungan Kodam VI\/Mulawarman mengambil jalur yang tak biasa. Di tengah atmosfer kemerdekaan, musik hadir bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebagai medium untuk merayakan kreativitas, keberanian, dan semangat generasi penerus melalui sebuah Singing Competition bertajuk\u00a0\u201cTeruslah Melangkah untuk Merah Putih.\u201d<\/p>\n<p>Panggung tersebut mempertemukan peserta dari beragam daerah dan rentang usia, menghadirkan wajah Indonesia yang beragam dalam satu ruang pertunjukan. Bagi Pangdam VI\/Mulawarman, Mayjen Krido Pramono, semangat kebangsaan tidak berhenti pada seremonial, tetapi dapat diterjemahkan melalui karya dan ekspresi seni.<\/p>\n<p>\u201cSebagai generasi penerus bangsa, kita harus terus melangkah untuk memberikan yang terbaik. Tidak hanya melalui profesi di bidang militer, polisi, perusahaan atau pemerintahan, tetapi juga melalui seni dan budaya,\u201d ujar Krido Pramono kepada awak media, Kamis, 20 Agustus 2026.<\/p>\n<p>Tema\u00a0\u201cTeruslah Melangkah untuk Merah Putih\u201d\u00a0menjadi benang merah kompetisi tersebut. Krido memaknainya sebagai ajakan agar semangat kemerdekaan terus bergerak dari generasi ke generasi, bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai energi yang melahirkan karya nyata.<\/p>\n<p>Kompetisi tersebut menghadirkan jajaran juri dari latar belakang musik dan hiburan yang memiliki pengalaman panjang di panggung pertunjukan.\u00a0CongQ Perwira\u00a0dipercaya sebagai Ketua Dewan Juri, bersama\u00a0Tiwi T2, Dodit Mulyanto,\u00a0dan\u00a0Shakira Idol, yang membawa perspektif berbeda dalam menilai kualitas vokal, interpretasi, penampilan, serta karakter peserta.<\/p>\n<p>Menariknya, kompetisi tidak hanya mengandalkan lagu-lagu yang telah dikenal publik. Dua lagu ciptaan Krido Pramono, yakni\u00a0\u201cTerus Melangkah\u201d\u00a0dan\u00a0\u201cCinta yang Harus Kumiliki\u201d, turut menjadi lagu pilihan yang dibawakan para peserta.<\/p>\n<p>Dari sisi musikalitas, tantangan kompetisi terasa lebih luas daripada sekadar kemampuan mencapai nada tinggi. Peserta dituntut mampu memahami karakter lagu, membangun emosi, mengolah dinamika vokal, serta menghadirkan interpretasi personal yang membuat sebuah penampilan memiliki identitas.<\/p>\n<p>Keragaman peserta membuat panggung terasa seperti potret kecil perjalanan musik Indonesia. Anak-anak, remaja, hingga peserta dewasa datang membawa warna vokal, pengalaman, dan cara berekspresi masing-masing.<\/p>\n<p>CongQ Perwira mengakui bahwa menentukan pemenang bukan pekerjaan sederhana. Banyak peserta tampil dengan kualitas vokal dan penguasaan panggung yang membuat proses penjurian berlangsung ketat.<\/p>\n<p>Dodit Mulyanto merasakan tantangan serupa. Menurutnya, kompetisi menghadirkan banyak talenta menarik dengan keunggulan masing-masing, sehingga penilaian tidak bisa semata-mata bertumpu pada kualitas suara.<\/p>\n<p>Bagi Dodit, sejumlah peserta bahkan mampu memberikan kejutan melalui improvisasi dan penghayatan yang kuat. Ketika teknik vokal bertemu dengan emosi, sebuah lagu dapat berubah menjadi pengalaman personal yang ikut dirasakan penonton dan juri.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-7245 aligncenter\" src=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260820-WA0003-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260820-WA0003-300x169.jpg 300w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260820-WA0003-768x432.jpg 768w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260820-WA0003.jpg 961w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Tiwi T2 memberikan perhatian khusus kepada peserta kategori anak-anak. Ia melihat keberanian tampil di hadapan juri dan penonton sebagai bagian penting dari proses pembentukan karakter, terlebih ketika peserta muda mampu menunjukkan persiapan yang matang.<\/p>\n<p>Bagi Tiwi, para peserta cilik tidak sekadar datang untuk menyanyikan sebuah lagu. Mereka telah belajar memahami struktur lagu, menentukan bagian yang harus ditahan atau diberi energi, serta menyesuaikan pembawaan dengan karakter vokal masing-masing.<\/p>\n<p>Namun, salah satu momen paling emosional hadir ketika\u00a0Arghan Lestaluhu\u00a0naik ke atas panggung. Peserta yang memiliki keterbatasan penglihatan tersebut justru memperlihatkan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar kemampuan bernyanyi: keberanian untuk berdiri di bawah sorotan dan menunjukkan bahwa keterbatasan tidak harus menjadi batas bagi sebuah mimpi.<\/p>\n<p>Penampilannya menyentuh Krido Pramono. Melihat perjuangan dan semangat Arghan, Krido kemudian mengabulkan doa serta keinginan peserta tersebut dengan memberikan\u00a0hadiah umrah bagi orang tua Arghan, sekaligus\u00a0sebuah laptop untuk menunjang kegiatan belajarnya.<\/p>\n<p>Momen tersebut memberi dimensi berbeda pada kompetisi. Panggung yang semula dibangun untuk mencari penampilan terbaik berubah menjadi ruang pertemuan antara musik, kemanusiaan, apresiasi, dan harapan.<\/p>\n<p>Di titik tersebut, makna \u201cTeruslah Melangkah untuk Merah Putih\u201d menemukan bentuknya yang paling nyata. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui bendera dan seremoni, tetapi juga melalui kesempatan bagi setiap orang untuk tumbuh, berkarya, dan mendapatkan dukungan ketika berani mengejar potensi yang dimiliki.<\/p>\n<p>Semangat perayaan HUT ke-81 RI di Kodam VI\/Mulawarman kemudian berlanjut melalui berbagai kegiatan lain. Salah satunya adalah lomba tarik tambang yang melibatkan anggota TNI dan menghadirkan atmosfer kompetitif sekaligus penuh keakraban.<\/p>\n<p>Suasana semakin meriah dengan kehadiran\u00a0Fajar Sadboy\u00a0dan\u00a0Liling Sugeha, yang menghibur peserta serta penonton. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat memiliki banyak wajah: dari kompetisi, musik, humor, hingga solidaritas.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, Singing Competition tersebut meninggalkan pesan yang lebih panjang daripada sekadar daftar pemenang. Ketika musik diberi ruang untuk bertemu dengan semangat kebangsaan, panggung kemerdekaan dapat berubah menjadi tempat lahirnya keberanian, kreativitas, dan cerita manusia\u2014sebuah pengingat bahwa perjalanan Merah Putih akan selalu membutuhkan generasi yang bersedia terus melangkah.***<\/p>\n<p>(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mayjen Krido Pramono Rayakan HUT ke-81 RI Lewat Panggung Musik \u201cTeruslah Melangkah untuk Merah Putih\u201d Bidik Ekspres.id | Jakarta Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di lingkungan Kodam VI\/Mulawarman mengambil jalur yang tak biasa. Di tengah atmosfer kemerdekaan, musik hadir bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebagai medium untuk merayakan kreativitas, keberanian, dan semangat generasi penerus melalui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7245,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[42,43,32],"class_list":["post-7244","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-jakarta","tag-ragam","tag-redaksi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7244","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7244"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7244\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7246,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7244\/revisions\/7246"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7245"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7244"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7244"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7244"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}