{"id":6620,"date":"2026-07-26T11:44:27","date_gmt":"2026-07-26T11:44:27","guid":{"rendered":"https:\/\/bidikekspres.id\/?p=6620"},"modified":"2026-07-26T11:44:27","modified_gmt":"2026-07-26T11:44:27","slug":"mapag-cai-desa-teja-2026-bupati-majalengka-ajak-masyarakat-wariskan-budaya-sekaligus-lindungi-sumber-air","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bidikekspres.id\/?p=6620","title":{"rendered":"Mapag Cai Desa Teja 2026, Bupati Majalengka Ajak Masyarakat Wariskan Budaya Sekaligus Lindungi Sumber Air"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #0000ff\"><strong>Mapag Cai Desa Teja 2026, Bupati Majalengka Ajak Masyarakat Wariskan Budaya Sekaligus Lindungi Sumber Air<\/strong><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6621 aligncenter\" src=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260726_184259_294-300x187.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"187\" srcset=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260726_184259_294-300x187.jpg 300w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260726_184259_294-1024x639.jpg 1024w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260726_184259_294-768x479.jpg 768w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260726_184259_294.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #0000ff\"><strong>Bidik Ekspres.id | Kab Majalengka<\/strong><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Di saat sejumlah wilayah di Kabupaten Majalengka mulai terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino &#8220;Godzilla&#8221;, Desa Teja, Kecamatan Rajagaluh, justru menunjukkan kondisi yang kontras. Desa ini masih memiliki sumber mata air yang melimpah, menjadi penyangga kehidupan masyarakat sekaligus bukti pentingnya menjaga keseimbangan antara alam dan budaya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Momentum tersebut menjadi sorotan dalam Gebyar Budaya Adat Desa Teja &#8220;Mapag Cai&#8221; Tahun 2026 yang digelar di kawasan wisata air Situ Cipanten, Sabtu (25\/7). Acara yang mengangkat tradisi syukur atas keberlimpahan air itu dihadiri langsung oleh Bupati Majalengka, Eman Suherman.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dalam sambutannya, Bupati Eman Suherman mengungkapkan rasa syukur atas kondisi Desa Teja yang masih dianugerahi sumber mata air melimpah, di tengah berbagai wilayah lain yang mulai mengalami krisis air akibat musim kemarau berkepanjangan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurutnya, keberadaan sumber air tersebut tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang akan selalu ada tanpa upaya pelestarian. Sebaliknya, kelestarian mata air harus dijaga melalui kesadaran kolektif masyarakat dalam merawat lingkungan dan mempertahankan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Bupati menegaskan bahwa tradisi Mapag Cai bukan sekadar seremoni budaya, tetapi merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem, melestarikan kawasan resapan air, serta memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6621 aligncenter\" src=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260726_184259_294-300x187.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"187\" srcset=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260726_184259_294-300x187.jpg 300w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260726_184259_294-1024x639.jpg 1024w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260726_184259_294-768x479.jpg 768w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260726_184259_294.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia berharap nilai-nilai tersebut terus diwariskan kepada generasi muda agar Desa Teja tetap menjadi contoh bagaimana harmoni antara budaya, pelestarian alam, dan pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal dapat berjalan berdampingan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Keberadaan Situ Cipanten dan sumber-sumber mata air di Desa Teja dinilai memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai aset lingkungan yang harus dijaga bersama. Kerusakan kawasan resapan maupun eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali berpotensi mengancam keberlangsungan pasokan air di masa mendatang.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Melalui peringatan budaya ini, Pemerintah Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dengan menjaga kelestarian hutan, melindungi sumber mata air, serta mempertahankan tradisi lokal sebagai bagian dari identitas daerah.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Di tengah ancaman perubahan iklim dan meningkatnya risiko kekeringan, Desa Teja menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dan lingkungan dapat berjalan beriringan. Pesan yang disampaikan pun tegas: menjaga air bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Majalengka yang lebih tangguh, lestari, dan sejahtera.Judul tersebut dapat langsung digunakan untuk publikasi media online, dengan gaya yang lebih tajam, lugas, informatif, dan tetap berpegang pada informasi yang disampaikan tanpa menambahkan fakta yang tidak didukung sumber.***<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><i>Editor: Redaksi<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mapag Cai Desa Teja 2026, Bupati Majalengka Ajak Masyarakat Wariskan Budaya Sekaligus Lindungi Sumber Air Bidik Ekspres.id | Kab Majalengka Di saat sejumlah wilayah di Kabupaten Majalengka mulai terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino &#8220;Godzilla&#8221;, Desa Teja, Kecamatan Rajagaluh, justru menunjukkan kondisi yang kontras. Desa ini masih memiliki sumber mata [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6621,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[133,32,90],"class_list":["post-6620","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kab-majalengka","tag-redaksi","tag-tradisi-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6620","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6620"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6620\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6622,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6620\/revisions\/6622"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6621"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6620"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6620"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6620"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}