{"id":6250,"date":"2026-07-13T11:32:17","date_gmt":"2026-07-13T11:32:17","guid":{"rendered":"https:\/\/bidikekspres.id\/?p=6250"},"modified":"2026-07-13T11:32:17","modified_gmt":"2026-07-13T11:32:17","slug":"tragedi-pantura-indramayu-polisi-dalami-kecelakaan-maut-12-korban-jiwa-olah-tkp-digital-dilakukan-untuk-ungkap-penyebab-pasti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bidikekspres.id\/?p=6250","title":{"rendered":"Tragedi Pantura Indramayu: Polisi Dalami Kecelakaan Maut 12 Korban Jiwa, Olah TKP Digital Dilakukan untuk Ungkap Penyebab Pasti"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #0000ff\"><strong>Tragedi Pantura Indramayu: Polisi Dalami Kecelakaan Maut 12 Korban Jiwa, Olah TKP Digital Dilakukan untuk Ungkap Penyebab Pasti<\/strong><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6251 aligncenter\" src=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot_20260713-183028-300x195.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"195\" srcset=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot_20260713-183028-300x195.jpg 300w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot_20260713-183028-1024x667.jpg 1024w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot_20260713-183028-768x500.jpg 768w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot_20260713-183028.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #0000ff\"><strong>Bidik Ekspres.id | Kab Indramayu<\/strong><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Penyelidikan atas kecelakaan lalu lintas maut yang merenggut 12 nyawa di Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat, masih terus berlanjut. Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat melalui tim Traffic Accident Analysis (TAA) turun langsung ke lokasi kejadian di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara ilmiah dan digital sebagai bagian dari upaya mengungkap penyebab pasti tragedi tersebut.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Metode Traffic Accident Analysis (TAA) merupakan teknik investigasi berbasis teknologi yang digunakan kepolisian untuk merekonstruksi kecelakaan secara presisi melalui pengukuran digital, analisis jejak kendaraan, posisi benturan, hingga perhitungan ilmiah terhadap dinamika tabrakan. Hasil analisis ini menjadi salah satu dasar penting dalam proses penyelidikan dan penegakan hukum.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sejauh ini, penyidik telah memeriksa empat orang saksi yang terdiri atas dua sopir truk yang terlibat dalam kecelakaan serta dua warga yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut. Kendati demikian, kepolisian menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Penetapan tersangka, menurut penyidik, akan dilakukan setelah seluruh rangkaian penyelidikan selesai, termasuk hasil olah TKP ilmiah, pemeriksaan saksi, analisis barang bukti, serta pelaksanaan gelar perkara untuk memastikan adanya unsur pidana dan pihak yang bertanggung jawab.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6251 aligncenter\" src=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot_20260713-183028-300x195.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"195\" srcset=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot_20260713-183028-300x195.jpg 300w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot_20260713-183028-1024x667.jpg 1024w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot_20260713-183028-768x500.jpg 768w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Screenshot_20260713-183028.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kendaraan pikap yang mengangkut rombongan pengantar pengantin diduga berhenti di lajur kanan Jalan Pantura dengan tujuan melakukan putar balik. Pada saat bersamaan, dari arah belakang melaju sebuah truk wing box yang kemudian menabrak bagian belakang pikap tersebut.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Benturan keras mengakibatkan kendaraan pikap terdorong masuk ke jalur berlawanan. Dalam hitungan detik, dari arah berlawanan melintas truk lain yang tidak sempat menghindar sehingga terjadi tabrakan kedua yang menyebabkan kerusakan sangat parah dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia, sementara enam korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RS Mitra Plumbon Indramayu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Tragedi ini kembali menjadi pengingat penting mengenai keselamatan berlalu lintas, khususnya larangan menggunakan kendaraan bak terbuka atau mobil pikap sebagai sarana mengangkut penumpang. Kendaraan jenis tersebut pada dasarnya dirancang untuk mengangkut barang, bukan manusia, sehingga tidak memiliki sistem perlindungan keselamatan yang memadai apabila terjadi benturan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kepolisian kembali mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan aspek keselamatan dengan menggunakan kendaraan yang tidak diperuntukkan bagi penumpang. Risiko kehilangan nyawa dalam kecelakaan akan jauh lebih tinggi ketika penumpang berada di bak terbuka tanpa perlindungan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi mengajak masyarakat untuk menunggu hasil resmi investigasi sebagai dasar penetapan penyebab kecelakaan maupun pihak yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.***<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><i>Editor: Redaksi<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tragedi Pantura Indramayu: Polisi Dalami Kecelakaan Maut 12 Korban Jiwa, Olah TKP Digital Dilakukan untuk Ungkap Penyebab Pasti Bidik Ekspres.id | Kab Indramayu Penyelidikan atas kecelakaan lalu lintas maut yang merenggut 12 nyawa di Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat, masih terus berlanjut. Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat melalui tim Traffic Accident Analysis (TAA) turun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6251,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[97,95,32],"class_list":["post-6250","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kab-indramayu","tag-kecelakaan","tag-redaksi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6250","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6250"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6250\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6252,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6250\/revisions\/6252"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6251"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6250"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6250"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6250"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}