{"id":5606,"date":"2026-06-17T10:57:19","date_gmt":"2026-06-17T10:57:19","guid":{"rendered":"https:\/\/bidikekspres.id\/?p=5606"},"modified":"2026-06-17T10:57:19","modified_gmt":"2026-06-17T10:57:19","slug":"hening-tengah-malam-ribuan-warga-keliling-benteng-keraton-yogyakarta-mubeng-beteng-tegaskan-budaya-jawa-tak-lekang-oleh-zaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bidikekspres.id\/?p=5606","title":{"rendered":"Hening Tengah Malam, Ribuan Warga Keliling Benteng Keraton Yogyakarta: Mubeng Beteng Tegaskan Budaya Jawa Tak Lekang oleh Zaman"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #0000ff\"><b>Hening Tengah Malam, Ribuan Warga Keliling Benteng Keraton Yogyakarta: Mubeng Beteng Tegaskan Budaya Jawa Tak Lekang oleh Zaman<\/b><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-5607 aligncenter\" src=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot_20260617-175246-300x182.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"182\" srcset=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot_20260617-175246-300x182.jpg 300w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot_20260617-175246-768x465.jpg 768w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot_20260617-175246.jpg 897w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #0000ff\"><b>Bidik Ekspres.id | Yogyakarta<\/b><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Tepat ketika jarum jam menunjukkan pukul 00.00 WIB dan dentang lonceng Kamandungan Lor menggema sebanyak 12 kali, ribuan warga mulai melangkah perlahan mengelilingi Benteng Keraton Yogyakarta. Dalam suasana sunyi, khidmat, dan penuh penghayatan, tradisi Lampah Budaya Mubeng Beteng kembali digelar sebagai penanda datangnya Tahun Baru Jawa Be 1960.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Tradisi yang berlangsung pada Selasa-Rabu (16-17\/6) ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan simbol perjalanan spiritual yang mengajak masyarakat melakukan introspeksi diri, memanjatkan doa, sekaligus merawat warisan budaya yang telah mengakar selama berabad-abad.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Mangayubagya Warsa Enggal Be 1960 yang digelar sebagai Hajad Kawula Dalem. Prosesi ini diinisiasi oleh Paguyuban Abdi Dalem Keraton Yogyakarta bersama masyarakat sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Keraton Yogyakarta sebagai pusat pelestarian budaya Jawa.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sebelum prosesi berjalan dimulai, suasana perenungan telah dibangun melalui pembacaan tembang macapat di Bangsal Pancaniti sejak pukul 21.00 WIB. Kidung-kidung Jawa yang dilantunkan mengandung doa, harapan, serta pesan moral agar kehidupan masyarakat di tahun yang baru dipenuhi kedamaian, keselamatan, dan keberkahan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ketua Paguyuban Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, KRT Kusumanegara, menegaskan bahwa Lampah Budaya Mubeng Beteng lahir dari kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga sekaligus menghidupkan nilai-nilai luhur budaya Jawa di tengah derasnya arus modernisasi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Agenda ini merupakan inisiatif dari abdi dalem dan masyarakat untuk nyengkuyung Keraton sebagai pusat kebudayaan. Melalui Lampah Budaya Mubeng Beteng, kami bersama-sama menjalani refleksi, memanjatkan doa, dan berharap tahun yang baru membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat,&#8221; ujarnya, Selasa (16\/6) malam.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-5607 aligncenter\" src=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot_20260617-175246-300x182.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"182\" srcset=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot_20260617-175246-300x182.jpg 300w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot_20260617-175246-768x465.jpg 768w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot_20260617-175246.jpg 897w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Lebih dari sekadar berjalan mengelilingi benteng, Mubeng Beteng menjadi ruang kontemplasi yang mempertemukan nilai spiritual, kebersamaan, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur. Ribuan peserta dari berbagai usia berjalan dalam keheningan, menjadikan setiap langkah sebagai simbol pengendalian diri dan pengingat bahwa manusia harus selalu kembali pada nilai-nilai kebijaksanaan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, tradisi ini menjadi bukti bahwa budaya Jawa masih memiliki daya hidup yang kuat. Antusiasme masyarakat yang terus meningkat menunjukkan bahwa kearifan lokal tetap menjadi identitas yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab Keraton maupun para abdi dalem, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat. Ketika tradisi terus dirawat dan diwariskan, nilai-nilai luhur bangsa akan tetap hidup sebagai fondasi moral sekaligus benteng menghadapi tantangan zaman.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Lampah Budaya Mubeng Beteng pun kembali membuktikan bahwa di balik keheningan langkah ribuan orang pada malam 1 Sura, tersimpan pesan besar tentang pentingnya menjaga harmoni, memperkuat jati diri budaya, dan menatap masa depan dengan hati yang bersih serta penuh harapan.***<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><i>Editor: Redaksi<\/i><br \/>\n<i>Sumber: Humas Prov DIY<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hening Tengah Malam, Ribuan Warga Keliling Benteng Keraton Yogyakarta: Mubeng Beteng Tegaskan Budaya Jawa Tak Lekang oleh Zaman Bidik Ekspres.id | Yogyakarta Tepat ketika jarum jam menunjukkan pukul 00.00 WIB dan dentang lonceng Kamandungan Lor menggema sebanyak 12 kali, ribuan warga mulai melangkah perlahan mengelilingi Benteng Keraton Yogyakarta. Dalam suasana sunyi, khidmat, dan penuh penghayatan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5607,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[32,90,79],"class_list":["post-5606","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-redaksi","tag-tradisi-budaya","tag-yogyakarta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5606","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5606"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5606\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5608,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5606\/revisions\/5608"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5607"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5606"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5606"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5606"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}