{"id":4273,"date":"2026-04-22T14:47:22","date_gmt":"2026-04-22T14:47:22","guid":{"rendered":"https:\/\/bidikekspres.id\/?p=4273"},"modified":"2026-04-22T14:47:22","modified_gmt":"2026-04-22T14:47:22","slug":"harga-gas-melon-stabil-namun-lpg-nonsubsidi-melonjak-tajam-gubernur-dedi-mulyadi-dorong-biogas-dan-energi-kearifan-lokal-jadi-solusi-nyata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bidikekspres.id\/?p=4273","title":{"rendered":"Harga Gas Melon Stabil Namun LPG Nonsubsidi Melonjak Tajam, Gubernur Dedi Mulyadi Dorong Biogas dan Energi Kearifan\u00a0 Lokal Jadi Solusi Nyata"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #0000ff\"><b>Harga Gas Melon Stabil Namun LPG Nonsubsidi Melonjak Tajam, Gubernur Dedi Mulyadi Dorong Biogas dan Energi Kearifan\u00a0 Lokal Jadi Solusi Nyata<\/b><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-3925 aligncenter\" src=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260409_192409_000-300x205.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"205\" srcset=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260409_192409_000-300x205.jpg 300w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260409_192409_000.jpg 612w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span style=\"color: #0000ff\"><b>Bidik Ekspres.id | Kab Bandung<\/b><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Lonjakan harga elpiji nonsubsidi memicu kekhawatiran baru di tengah tekanan biaya hidup. Di Jawa Barat, harga tabung 12 kilogram kini menembus Rp228.000, sementara ukuran 5,5 kilogram mencapai Rp107.000 sejak 18 April 2026. Di tengah situasi ini, Dedi Mulyadi menawarkan solusi yang tak biasa: kembali ke kearifan lokal sebagai sumber energi alternatif.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurut Dedi, ketergantungan pada elpiji perlu mulai dikurangi dengan diversifikasi energi berbasis potensi lokal. Salah satu yang didorong adalah pemanfaatan biogas dari limbah ternak, khususnya kotoran sapi yang dinilai tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga ekonomis.<br \/>\n\u201cBisa mengelola kotoran sapi berubah jadi energi gas, bisa, sampah bisa, listrik bisa,\u201d ujarnya pada Senin 20\/4 yang lalu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-3925 aligncenter\" src=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260409_192409_000-300x205.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"205\" srcset=\"https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260409_192409_000-300x205.jpg 300w, https:\/\/bidikekspres.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260409_192409_000.jpg 612w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Di Kabupaten Bandung Barat, praktik ini bukan sekadar wacana. Sejumlah peternak telah membuktikan bahwa biogas mampu menghasilkan api kompor yang stabil dan cukup besar untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Model ini dinilai bisa menjadi solusi konkret, terutama bagi masyarakat pedesaan yang memiliki akses terhadap limbah ternak.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Namun, Dedi tak menutup mata terhadap realitas sosial yang beragam. Ia mengakui bahwa tidak semua masyarakat memiliki akses yang sama terhadap sumber energi alternatif tersebut. Karena itu, ia mendorong pendekatan fleksibel sesuai kondisi masing-masing wilayah.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Untuk masyarakat perkampungan, kayu bakar dinilai masih relevan sebagai opsi tradisional yang murah. Sementara di wilayah perkotaan, kompor listrik disebut sebagai alternatif yang lebih realistis, meski tetap bergantung pada kestabilan pasokan listrik.<br \/>\n\u201cMemang kita harus menyesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan kita,\u201d katanya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><i>Kebijakan Energi atau Adaptasi Terpaksa?<\/i><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kenaikan harga elpiji nonsubsidi ini kembali memunculkan pertanyaan lama: sejauh mana negara mampu menjaga keterjangkauan energi bagi masyarakat kelas menengah? Di satu sisi, elpiji subsidi 3 kilogram tetap dipertahankan. Namun di sisi lain, kelompok pengguna nonsubsidi kini dihadapkan pada lonjakan harga yang signifikan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dorongan untuk beralih ke energi alternatif bisa dibaca sebagai langkah progresif menuju kemandirian energi. Tetapi, tanpa dukungan infrastruktur, edukasi, dan insentif yang memadai, kebijakan ini berisiko menjadi sekadar imbauan tanpa dampak luas.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dedi sendiri optimistis masyarakat mampu beradaptasi.<br \/>\n\u201cSaya meyakini warga Indonesia ini warga yang inovatif dan cerdas,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><i>Ujian Nyata di Lapangan<\/i><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Transisi energi berbasis kearifan lokal memang menjanjikan. Selain menekan biaya, pendekatan ini juga sejalan dengan agenda keberlanjutan lingkungan. Namun tantangan implementasi tetap besar: mulai dari keterbatasan teknologi sederhana, minimnya pelatihan, hingga perubahan pola pikir masyarakat yang selama ini bergantung pada energi instan seperti elpiji.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Jika tidak dikelola serius, kenaikan harga elpiji bisa memperlebar kesenjangan energi\u2014di mana hanya sebagian masyarakat yang mampu beradaptasi, sementara lainnya terpaksa menanggung beban lebih besar.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kini, bola ada di tangan pemerintah daerah dan pusat: apakah dorongan menuju energi alternatif ini akan menjadi gerakan nyata yang terstruktur, atau sekadar respons jangka pendek atas tekanan harga?<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Yang jelas, bagi sebagian warga, pilihan sudah semakin sempit\u2014berinovasi atau terbebani.***<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><i>Editor: Redaksi<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Harga Gas Melon Stabil Namun LPG Nonsubsidi Melonjak Tajam, Gubernur Dedi Mulyadi Dorong Biogas dan Energi Kearifan\u00a0 Lokal Jadi Solusi Nyata Bidik Ekspres.id | Kab Bandung Lonjakan harga elpiji nonsubsidi memicu kekhawatiran baru di tengah tekanan biaya hidup. Di Jawa Barat, harga tabung 12 kilogram kini menembus Rp228.000, sementara ukuran 5,5 kilogram mencapai Rp107.000 sejak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3925,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[77,57,32],"class_list":["post-4273","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ekonomi","tag-kab-bandung","tag-redaksi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4273","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4273"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4273\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4274,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4273\/revisions\/4274"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3925"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4273"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4273"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bidikekspres.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4273"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}