Helikopter Airbus H225 Water Bombing Jatuh Saat Ambil Air Karhutla di Sungai Barito Kalimantan, Satu Awak Belum Ditemukan

Bidik Ekspres.id | Kab Barito
Sebuah helikopter sewaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jatuh ke perairan Sungai Barito pada Minggu, 8 November 2026, sekitar pukul 12.21 WITA. Insiden terjadi di sekitar wilayah Desa Tabatan dan Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, tak jauh dari batas wilayah Kecamatan Jenamas, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.
Helikopter tersebut berjenis Airbus H225 (dahulu Eurocopter EC225LP Super Puma l+), bernomor registrasi VH-HGM, yang tengah menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi water bombing.
Berdasarkan informasi di lapangan, helikopter diduga mengalami gangguan kendali atau oleng saat sedang bermanuver mengambil air dari permukaan Sungai Barito. Pesawat kemudian terjatuh ke dalam sungai dengan posisi miring sebagian badan pesawat terendam, sementara bagian ekor dan baling-baling belakang masih terlihat mencuat ke permukaan air.

Di dalam pesawat terdapat tiga orang awak kru. Dua orang di antaranya berhasil selamat, sedangkan satu orang lainnya hingga saat ini belum ditemukan.
Identitas awak kru yaitu Hugh Pagi (Pilot) , Warga Negara Selandia Baru (Selamat),
Mick Betteridge (Co-pilot/Teknisi) Warga Negara Australia (Selamat) dan Yayan Supyansuri Helicopter Landing Officer (HLO), Warga Negara Indonesia (Masih dalam pencarian)
Sinyal darurat dari perangkat Emergency Locator Transmitter (ELT) pesawat telah terdeteksi dan termonitor di Basarnas Command Center. Basarnas melalui Kantor SAR Banjarmasin segera mengerahkan tim untuk melakukan upaya pencarian dan evakuasi. Pencarian terhadap Yayan Supyansuri terus diintensifkan.***
Editor: Redaksi
