Tak Sekadar Pengukuhan Pengurus, SMA Al Bidayah Bandung Barat Dorong OSIS dan MPK Jadi Laboratorium Kepemimpinan Pelajar

Bidik Ekspres.id | Kab Bandung Barat
Pembentukan karakter, penguatan jiwa kepemimpinan, dan keterampilan berorganisasi menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan. Berangkat dari semangat tersebut, SMA Al Bidayah menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) sekaligus pengukuhan pengurus baru Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK).
Kegiatan yang berlangsung di Teras Cisepan, Kota Cimahi, pada Sabtu 3/10 yang lalu tersebut mengusung tema “Memperkuat Sinergitas OSIS dan MPK, Membentuk Karakter SDM, Melatih Kepemimpinan dalam Keterampilan Berorganisasi.”
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial pergantian kepengurusan organisasi siswa. Lebih dari itu, LDKS diarahkan sebagai ruang pembelajaran bagi para peserta untuk memahami nilai kepemimpinan, membangun tanggung jawab, meningkatkan kedisiplinan, serta mengembangkan kemampuan bekerja sama dalam sebuah organisasi.
Sejumlah narasumber dihadirkan untuk memberikan pembekalan kepada para peserta, yakni Refi Rizki Radian, M.Pd., Asep Rahman, S.Pd., Ikfi Muhammad Rif’an, S.Pd., Muhamad Zainal A.F., dan Gunung Alamsyah, S.IP.
Materi yang diberikan diharapkan mampu memperluas wawasan peserta mengenai dasar-dasar kepemimpinan dan tata kelola organisasi, sekaligus mendorong tumbuhnya sikap aktif, kritis, disiplin, dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah.
Pembina OSIS, Muhamad Zainal A.F., S.Pd., kepada Media https://bidikekspres.id/ mengatakan bahwa LDKS merupakan salah satu program tahunan yang secara rutin dilaksanakan setiap awal tahun ajaran baru.
Menurutnya, kegiatan tersebut telah terprogram di bawah koordinasi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sebagai bagian dari upaya sekolah dalam membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, kesungguhan, serta kemampuan membangun kehidupan yang lebih baik.
Ia menegaskan, penyelenggaraan kegiatan ini tidak semata-mata bertujuan memberikan pemahaman teknis tentang organisasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan yang menjadi landasan pembentukan karakter peserta didik.
Hal itu, menurutnya, sejalan dengan visi sekolah yang dirumuskan dalam filosofi bahasa Sunda, yakni Bener, Wekel, Pinter Ngawangun Kahirupan.
Filosofi tersebut menjadi landasan dalam membangun pribadi peserta didik agar memiliki nilai kebenaran dalam bersikap, kesungguhan dalam menjalankan tanggung jawab, serta kecerdasan dalam menentukan langkah dan membangun kehidupan.

Lebih lanjut, Zainal berharap seluruh materi dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan LDKS tidak berhenti sebatas pemahaman di ruang pelatihan. Para peserta diharapkan mampu menerapkannya secara nyata melalui aktivitas organisasi di lingkungan sekolah.
Dengan demikian, OSIS dan MPK dapat menjadi wadah pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menjalankan tugas, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, membangun komunikasi, serta bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi tumbuhnya karakter positif yang kelak turut membentuk kualitas generasi penerus bangsa.
Dalam lingkungan pendidikan, organisasi siswa memiliki peran strategis sebagai sarana pembelajaran di luar kegiatan akademik. Melalui organisasi, peserta didik berkesempatan mengembangkan potensi diri sekaligus belajar memahami tanggung jawab dan kepentingan bersama.
Sinergi antara OSIS dan MPK juga menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim organisasi sekolah yang sehat. Keduanya diharapkan mampu membangun komunikasi, menjalankan fungsi masing-masing, serta menghadirkan berbagai kegiatan yang positif, produktif, dan bermanfaat bagi seluruh peserta didik.
Sementara itu, SMA Al Bidayah merupakan bagian dari lingkungan pendidikan di bawah naungan Yayasan Pesantren Al Bidayah Cangkorah, Kabupaten Bandung Barat. Lembaga pendidikan tersebut mengembangkan pendidikan berbasis Islam melalui sejumlah jenjang dan satuan pendidikan, di antaranya Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Diniyah, Madrasah Tsanawiyah Dan SMA/SMU.
Melalui penyelenggaraan LDKS dan pengukuhan pengurus OSIS-MPK ini, sekolah berharap lahir generasi pelajar yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, keberanian mengambil tanggung jawab, serta kecakapan dalam berorganisasi.
Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan peserta didik membangun karakter, mengambil peran, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Nilai Bener, Wekel, Pinter Ngawangun Kahirupan diharapkan tidak berhenti sebagai semboyan, melainkan benar-benar tercermin dalam sikap, perilaku, dan tindakan para peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.***
Editor: Mudji Hartono
