Bupati KDS: Bandung Bedas Festival 2026 Semangat “Festivalnya Pemuda Kabupaten Bandung”

BIDIK EKSPRES.ID | KAB BANDUNG

Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Opening Ceremony Bandung Bedas Festival 2026 dengan semangat “Festivalnya Pemuda Kabupaten Bandung”. Kegiatan ini dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Semarak kegiatan Bandung Bedas Festival 2026 ini dilangsungkan di Thee Matic Mall Majalaya Desa Majasetra Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Jumat (30/10/2026). Bupati Bandung secara resmi membuka kegiatan tersebut atas kolaborasi antara Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung serta para pihak lainnya. Pada kesempatan itu turut hadir Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) R. Nurhidajat.

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik Kabupaten Bandung Adjat Sudrajat, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Dadang Komara, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Dindin Syahidin, Kepala Dinas Kebudayaan Irvan Ahmad, Ketua KNPI Kabupaten Bandung Rifki Fauzi, dan jajaran Pimpinan Perangkat Daerah, Forkopimcam Majalaya dan Solokanjeruk, Ketua Penyelenggara Alfi, serta organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, pelaku UMKM serta pihak lainnya turut hadir menyemarakkan Bandung Bedas Festival 2026 tersebut.

Bupati KDS, sapaan akrab Bupati Kang Dadang Supriatna menyampaikan terima kasih kepada KNPI Kabupaten Bandung, pengelola Thee Matic Mall Majalaya, serta seluruh perangkat daerah dan pihak terkait yang telah berkolaborasi mendukung penyelenggaraan festival ini.

“Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan daerah dapat berjalan lebih kuat ketika pemerintah, organisasi kepemudaan, dunia usaha, dan masyarakat bergerak bersama,” tuturnya.

Ia mengatakan Bandung Bedas Festival 2026 bukan sekedar ajang hiburan, melainkan juga ruang untuk memperluas partisipasi pemuda, mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, dan memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.

“Pemuda harus diberikan ruang untuk berkreasi, berinovasi, membangun jejaring, dan menunjukkan kemampuannya. Sebab, pemuda bukan hanya generasi penerus, tetapi juga bagian dari kekuatan pembangunan yang kita butuhkan hari ini,” ujarnya.

KDS sangat mengapresiasi rangkaian kegiatan yang dihadirkan dalam festival ini karena memiliki manfaat yang beragam. Pada 30 Oktober ini, kegiatan diawali dengan gerakan pangan murah dan pasar tani, yang diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus membuka ruang pemasaran bagi para petani.

“Pada tanggal 30 hingga 31 Oktober, digelar Job Fair untuk memberikan ruang kepada para pencari kerja. Job Fair ini sebagai upaya memperluas akses informasi dan kesempatan kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang sedang mempersiapkan masa depannya,” ungkap bupati.

Bupati mengungkapkan bahwa pelaksanaan Job Fair ini sudah digagas sejak dirinya masih menjabat anggota DPRD Kabupaten Bandung. Ia sangat support mendorong pelaksanaan Job Fair karena para pencari kerja di Kabupaten Bandung sangat luar biasa seiring dengan pertumbuhan usia produktif yang saat ini mencapai 52 persen.

“Kalau berbicara angka pengangguran di Kabupaten Bandung, yaitu di angka 123 ribuan. Tapi setiap tahun, Pemerintah Kabupaten Bandung merencanakan dan menyiapkan program membuka peluang untuk 10.000 wirausaha muda dan lapangan kerja,” ujarnya.

Ia mengungkapkan Pemkab Bandung sudah menjalin kerja sama dengan 157 perusahaan di Kabupaten Bandung, sebagai mitra kerja. Sehingga pada tahun 2025 kemarin, sebanyak 11.557 tenaga kerja yang terserap dalam berbagai program di Kabupaten Bandung.

Belum lagi serapan tenaga kerja di 500 dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dalam program MBG (Makan Bergizi Gratis) di Kabupaten Bandung. Setiap dapur MBG mempekerjakan 47 orang, sehingga bisa mencapai sekitar 20 ribu tenaga kerja yang terserap program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Lebih lanjut KDS mengatakan pada pelaksanaan Job Fair ini, pemerintah berkolaborasi dengan puluhan perusahaan di Kabupaten Bandung dengan menyiapkan 600 lowongan kerja. Para pencari kerja pun terlihat antusias untuk mendapatkan kesempatan kerja tersebut. Kehadiran Job Fair ini salah satu solusi untuk mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bandung.

Pemkab Bandung pun sudah membuka Gerai Bursa Kerja (GBK) Bedas Digital di 31 titik kecamatan, yang sebelumnya di 8 kecamatan. Untuk itu, Bupati mendorong para camat bagaimana masyarakat para pencari kerja untuk datang ke GBK Bedas Digital.

Pemkab Bandung berencana untuk melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan 200 perusahaan di Kabupaten Bandung dan waktu dekat ini, dalam upaya memenuhi kebutuhan perusahaan terkait dengan ketenagakerjaan. KDS juga sudah memberikan kesempatan kerja atau peluang usaha kepada 4.500 ibu-ibu untuk mengembangkan usaha Make Up Artist atau MUA. Dalam pengembangan usahanya kerjasama dengan BPR Kerta Raharja dan Bank BJB, sebagai penyedia pinjaman bergulir tanpa bunga dan jaminan. Setiap pelaku usaha mendapatkan pinjaman Rp10 juta.

Berkaitan dengan 57 program atau rencana aksi prioritas Bupati Bandung, kata dia, kegiatan ini memberikan ruang informasi kepada masyarakat karena ada beberapa kegiatan yang disuguhkan. Pemerintah juga sudah memberikan kesempatan peningkatan pelayanan pembuatan KTP-el cukup selesai di tingkat desa, dengan adanya Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM). Sehingga para kepala desa dituntut untuk berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Selanjutnya, pada 31 Oktober, kegiatan Fun Bike menjadi sarana untuk mendorong pola hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan. Rangkaian festival kemudian berlanjut pada 1 November dengan Color Run, pertunjukkan musik, dan pagelaran wayang golek bersama Dalang Dadan Sunandar Sunarya.

“Kehadiran seni dan budaya Sunda dalam festival ini menjadi pengingat bahwa kemajuan zaman harus berjalan beriringan dengan upaya merawat identitas dan warisan budaya daerah,” ujarnya.

Bupati Bandung berharap Bandung Bedas Festival 2026 dapat memberikan manfaat yang nyata, bukan hanya bagi para peserta. Tetapi juga bagi pelaku UMKM, petani, pencari kerja, komunitas, dan masyarakat secara luas. KDS pun mengungkapkan rencana pembangunan Bandung Bedas Convention Center di depan Stasion KCIC (Kereta Cepat Indonesia China) untuk memfasilitasi para pengusaha maupun pelaku UMKM di Kabupaten Bandung.

“Lebih dari itu, festival ini diharapkan menjadi bukti kehadiran pemuda dan pemerintah daerah di tengah masyarakat, melalui kegiatan yang inklusif, produktif, dan dekat dengan kebutuhan warga,” harapnya.

Kepada para pemuda Kabupaten Bandung, Bupati KDS berharap untuk memanfaatkan kegiatan ini membangun kreativitas, memperluas relasi, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, dan memperkuat kepedulian sosial.

“Jadilah pemuda yang tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan karya yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” harapnya.

KDS mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Bandung Bedas Festival 2026 ini.

“Semoga kegiatan ini berjalan lancar, sukses, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Aamiin yra,” tutupnya.***

Editor: Aripudin