Amankan Aksi Penyampaian Aspirasi di Bandung, Polda Jabar Kerahkan 3.000 Personel Gabungan

Bidik Ekspres.id | Bandung

Menyambut kegiatan penyampaian aspirasi yang digelar sejumlah elemen masyarakat di Kota Bandung pada Rabu (28/10/2026), Polda Jawa Barat bersama Polrestabes Bandung mengerahkan sekitar 3.000 personel gabungan. Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memastikan aktivitas warga sehari-hari tetap berjalan lancar tanpa gangguan.

Pengamanan difokuskan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengamanan dilakukan untuk melindungi hak seluruh warga, baik yang menyampaikan aspirasi maupun masyarakat luas yang beraktivitas di kota ini.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. Dedi Supriyadi, S.I.K., menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, hak tersebut harus dijalankan dengan tetap mematuhi ketentuan hukum yang berlaku serta menghormati hak dan keselamatan orang lain.

“Menyampaikan aspirasi adalah hak warga negara. Tetapi hak itu tidak boleh melanggar hukum, tidak boleh mengganggu ketertiban, dan tidak boleh merugikan orang lain. Kebebasan bukan berarti tanpa batas,” tegas Kombes Dedi.

Polda Jawa Barat mengimbau seluruh peserta aksi untuk menjaga sikap dan ketertiban selama berunjuk rasa. Polisi mengingatkan agar tidak melakukan tindakan anarkis, tidak merusak fasilitas umum, dan tidak memprovokasi ketegangan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan dengan tenang justru akan lebih didengar dan dihargai. Mari kita jaga bersama kondusivitas Kota Bandung,” bunyi imbauan resmi Polda Jabar.

Pihak kepolisian berkomitmen memfasilitasi penyampaian aspirasi yang aman sekaligus menindak tegas setiap pelanggaran hukum yang terjadi di lapangan. Keamanan dan kenyamanan seluruh warga Kota Bandung tetap menjadi prioritas utama.***

Editor: David