Seminar Kebangsaan KNPI Kabupaten Bandung Ajak Generasi Muda Jaga dan Rawat Indonesia, Tolak Judol

Bidik Ekspres.id | Kab Bandung
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bandung menyelenggarakan Seminar Kebangsaan Pemuda Handal Bela Negara dengan tajuk “Revitalisasi Nilai Bela Negara dan Peran Pemuda Dalam Menghadapi Judi Online dan Dinamika LGBT” pada Kamis , 22 Oktober 2026, di Rumah Makan Pajero Jalan Raya Soreang-Banjaran Nomor 58 Ciherang, Kamasan, Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Seminar menghadirkan pembicara yakni Ketua DPD KNPI Kabupaten Bandung Rifki Fauzi, S.E., Kepala Kesbangpol Kabupaten Bandung Drs.Bambang Sukmawijaya, M.Sc., S.H., M.H., Perwakilan dari Kapolresta Bandung Kombes Pol, Dr. Tri Suhartanto, S.H., M.H., M.S.I., Wakil Ketua Bidang Hankam DPD KNPI Kabupaten Bandung Haris Permana, Bendahara Cepot Motah Indonesia, Yuda Pratama dengan moderator Hamdan Nursidik, Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Bandung.
Kegiatan seminar kebangsaan ini bertujuan untuk memperkuat peran strategis pemuda dalam menjaga keutuhan bangsa serta berkontribusi nyata melalui aksi bela negara di tengah dinamika sosial saat ini.
Nampak terlihat antusias peserta yang hadir sekitar 100 orang mengikuti dan menyimak uraian dari pembicara membawakan materi yang dianggap relevan untuk situasi sekarang ini.
Ketua KNPI Kabupaten Bandung Rifki Fauzi, menjelaskan Seminar Kebangsaan ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda sekaligus memaknai Hari Santri Nasional.
“Penanaman nilai-nilai kebangsaan sangat krusial saat ini bagi generasi muda. Melalui momentum ini, pemuda didorong agar mampu mengambil peran aktif dan berkontribusi secara nyata dalam membangun daerah maupun menjaga ketahanan nasional,” tegasnya.

Menurut Rifki, dalam seminar kebangsaan tersebut, terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus pembahasan, yaitu:
Esensi Bela Negara: Memperjelas dan merevitalisasi pemahaman mengenai arti penting bela negara yang relevan dengan konteks kekinian bagi kaum muda.
Waspada Judi Online: Meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan bahaya perjudian daring (judi online) yang kian merak.
Sikap Tegas Penolakan: Mengajak seluruh pemuda untuk secara tegas menolak dan bersama-sama memberantas praktik judi online serta penyimpangan sosial.
Dalam kesempatanya Rifki juga menjelaskan, agar kegiatan ini tidak berhenti pada acara seremonial semata, KNPI Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus merajut kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan ini turut menggandeng unsur Polresta Bandung, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Majelis Hukum dan HAM (MHP), serta berbagai elemen komunitas lokal seperti Cepot Motah.
”Pembinaan dan pelatihan ini tidak cukup hanya dilakukan dalam satu kali pertemuan. Melalui forum-forum formal maupun non-formal yang berkelanjutan, kita akan terus berdiskusi dan merumuskan solusi bersama dalam menghadapi berbagai persoalan kepemudaan saat ini,” ujar Rifki.
“Melalui sinergi yang kuat antara unsur kepemudaan, pemerintah, dan aparat penegak hukum, diharapkan pemuda Kabupaten Bandung dapat terus menjadi garda terdepan dalam mengisi pembangunan serta menjaga nilai-nilai kebangsaan melalui aksi nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ketua KNPI juga menyoroti korelasi erat antara santri dan pemuda. Selama ini, stigma masyarakat kerap melekatkan santri hanya sebatas bisa mengaji. Padahal secara prinsip, santri memiliki kesempatan yang sama dengan pemuda lainnya untuk berkarier di berbagai sektor, mulai dari kepolisian, dunia legislatif, hingga bidang-bidang strategis lainnya.
”Santri dan pemuda pada akhirnya memiliki kesempatan yang sama terbuka. Yang paling penting bagi mereka adalah bagaimana bisa membaca potensi diri, membaca potensi lingkungan, serta mengenali kemampuan yang dimiliki,” ujar Rifki.
Ia juga menggarisbawahi bahwa dengan mengenali potensi diri dan lingkungan sejak dini, para santri dan pemuda diharapkan mampu lebih fokus dalam merancang masa depan serta berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Rangkaian Seminar Kebangsaan Pemuda Handal Bela Negara ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama perang terhadap judi online dan komitmen menjaga generasi muda dari LGBT.***
Editor: Aripudin
