Yusuf Ali Tantowi Ikuti Wisuda Doktor UPI 2026, Ilmu dan Pengabdian Jadi Pesan Utama

BIDIK EKSPRES.ID | BANDUNG

Dr. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., mengikuti Wisuda Gelombang IV Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Tahun 2026 pada 13–16 Oktober 2026 di Gedung Gymnasium UPI, Bandung. Momentum ini menjadi penanda perjalanan akademik sekaligus pengingat bahwa ilmu pengetahuan perlu terus dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Dalam studi doktoralnya di bidang Linguistik, Yusuf mengangkat penelitian tentang kināyah Al-Qur’an yang berimplikasi hukum melalui pendekatan linguistik kognitif. Penelitian tersebut mengkaji hubungan antara ungkapan bahasa Al-Qur’an, pembentukan makna, dan penalaran hukum Islam.

Kajian ini mempertemukan linguistik modern dengan khazanah keilmuan Islam, khususnya balagah, tafsir, dan usul fikih. Pendekatan tersebut menunjukkan pentingnya memahami teks keagamaan secara cermat, kontekstual, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dr. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung

Sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung periode 2023–2028, Yusuf juga menjalankan tanggung jawab dalam pengelolaan zakat dan pemberdayaan masyarakat. Pengalaman tersebut memperkuat relevansi pengabdian sebagai bagian penting dari pemanfaatan ilmu dalam kehidupan nyata.

Semangat ini sejalan dengan sabda Rasulullah saw.:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Khairunnās anfa‘uhum linnās, yang berarti, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. ath-Thabarani).

Pesan tersebut mengingatkan bahwa pendidikan bukan semata-mata tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang tanggung jawab untuk berbagi pengetahuan, membangun kepedulian, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Wisuda doktor ini diharapkan menjadi awal dari ikhtiar yang berkelanjutan dalam pengembangan keilmuan dan pengabdian sosial. Sebab, keberhasilan pendidikan pada akhirnya tidak hanya terlihat dari gelar yang diperoleh, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Ilmu terus bertumbuh, pengabdian terus berlanjut, dan manfaat harus semakin meluas. ***

Editor: Aripudin