Maulid Nabi di SDN Sukaraya 02 Kabupaten Bekasi Bukan Sekadar Seremoni, Gaungkan Pendidikan Karakter Dan Ahlak Serta Peran Orang Tua Bertemu

Bidik Ekspres.id | Kab Bekasi
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SD Negeri (SDN) Sukaraya 02, Kampung Kandang RT 02 RW 06, Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Sabtu (10/10/2026), berlangsung meriah dan khidmat. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi momentum menanamkan nilai-nilai akhlak mulia, membangun karakter peserta didik, serta memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Kegiatan yang digelar di halaman sekolah tersebut menghadirkan Kak TopikBom, pendongeng asal Karangbahagia yang akrab disapa Opik. Dalam menyampaikan tausiyah, ia tampil dengan pendekatan dakwah yang komunikatif dan edukatif melalui cerita serta boneka andalannya, Odik.
Metode dakwah yang memadukan cerita, hiburan, dan pesan keagamaan itu mampu mencairkan suasana sekaligus menarik perhatian para siswa. Pesan moral pun disampaikan dengan cara yang lebih dekat dengan dunia anak-anak, sehingga peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga sarana pembelajaran karakter.
Suasana acara semakin semarak dengan penampilan bernuansa Islami dari para siswa dan siswi. Sejumlah rangkaian kegiatan keagamaan turut mengisi acara yang dihadiri dewan guru, orang tua atau wali murid, serta warga sekitar. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan hingga selesai.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tilawatil Al-Qur’an yang dibawakan Nouval, siswa kelas V. Selanjutnya, pembacaan Barzanji dilantunkan oleh para siswi kelas V dan VI.
Pembacaan tahlil dipimpin Rohadi, S.Pd., tokoh masyarakat setempat, sedangkan doa penutup dipimpin Ketua Panitia, Arif Maulana, S.Pd.
Keterlibatan para siswa dalam rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan terhadap ajaran Islam sekaligus melatih keberanian, kedisiplinan, dan kepercayaan diri sejak usia sekolah dasar.
Kehadiran orang tua dan masyarakat juga memperlihatkan pentingnya dukungan lingkungan keluarga serta masyarakat dalam menunjang pendidikan karakter anak di luar kegiatan belajar-mengajar di kelas.
Ketua Panitia, Arif Maulana, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kepala sekolah beserta seluruh dewan guru yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua atau wali murid yang telah memberikan dukungan, baik secara moril maupun materil, sehingga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat terselenggara dengan baik.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan dan pembinaan keagamaan para peserta didik.
Dukungan bersama itu menjadi modal penting bagi sekolah untuk terus menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memberikan manfaat bagi perkembangan karakter anak.
Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Sukaraya 02, Fitria Rami, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada ketua panitia dan seluruh dewan guru yang telah mengambil bagian dalam penyelenggaraan kegiatan.
Ia juga mengajak para siswa untuk membiasakan hidup bersih, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik dan pengetahuan agama, tetapi juga pembentukan kebiasaan positif, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam sambutannya, Fitria turut menyampaikan kabar mengenai pengajuan pembangunan gedung sekolah yang, menurut keterangannya, diharapkan dapat terealisasi pada 2027.

Rencana tersebut disebut mencakup pembangunan sekitar 14 ruang kelas, dengan rincian tiga ruang kelas yang direncanakan masing-masing memiliki tiga lantai dan dua ruang kelas lainnya masing-masing dua lantai.
Namun, rincian jumlah ruang, pembagian bangunan, serta kepastian pelaksanaan pembangunan tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui dokumen perencanaan dan keterangan resmi dari instansi terkait.
Jika terealisasi sesuai perencanaan, pembangunan sarana pendidikan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan ruang belajar dan meningkatkan kenyamanan proses pembelajaran bagi para siswa.
Meski demikian, kepastian realisasi, jadwal pelaksanaan, serta spesifikasi bangunan menjadi hal penting yang perlu diperjelas agar rencana pembangunan tersebut dapat diketahui secara utuh oleh orang tua murid dan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Fitria juga menyampaikan terima kasih kepada insan media yang hadir meliput kegiatan tersebut.
Puncak kegiatan diisi tausiyah Kak TopikBom yang mengajak para siswa untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut pesan yang disampaikannya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah perlu diwujudkan melalui perilaku nyata, seperti bersikap jujur, menghormati orang tua dan guru, menyayangi sesama, serta membiasakan diri melakukan kebaikan.
Ia juga memberikan pesan kepada para orang tua agar terus menjaga, mendampingi, dan mengawasi anak-anak dalam keseharian, termasuk dalam penggunaan telepon genggam atau *handphone*.
Penggunaan ponsel yang tidak terkontrol dinilai berpotensi mengganggu waktu belajar dan konsentrasi anak. Karena itu, pendampingan orang tua diperlukan agar penggunaan teknologi tetap sesuai dengan usia dan kebutuhan pendidikan anak.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembentukan karakter tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah. Peran keluarga tetap menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan belajar, kedisiplinan, dan perilaku positif anak.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN Sukaraya 02 menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran yang lebih luas daripada sekadar seremoni.
Melalui pembacaan Al-Qur’an, Barzanji, tausiyah, serta penampilan siswa, sekolah berupaya menghadirkan pendidikan yang memadukan nilai spiritual, pembentukan karakter, dan keterlibatan masyarakat.
Di sisi lain, penyampaian rencana pembangunan gedung sekolah turut menyoroti pentingnya peningkatan sarana pendidikan untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar.
Harapannya, semangat meneladani Rasulullah tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi tercermin dalam perilaku sehari-hari seluruh warga sekolah. Sementara itu, rencana pembangunan yang disampaikan pihak sekolah diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan perencanaan yang jelas dan informasi resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi bukan hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi, melainkan juga momentum memperkuat komitmen bersama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, disiplin, peduli lingkungan, dan memiliki semangat belajar yang tinggi.***
Editor: Hermansyah
