Sembilan Hari Dirawat, Siswa SD di Pemalang Meninggal, Polres Pemalang Selidiki Dugaan Terjadinya Perundungan


Bidik Ekspres.id | Kab Cianjur

Kematian Muhammad Hasbi Al Aqib, siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, menyisakan tanda tanya yang kini tengah ditelusuri aparat kepolisian.

Bocah berusia 7 tahun itu meninggal dunia pada Rabu (30/9) setelah sebelumnya menjalani perawatan medis selama sembilan hari di rumah sakit. Di tengah proses penanganan medis tersebut, muncul dugaan bahwa korban mengalami perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.

Polres Pemalang kini bergerak untuk mengurai apa yang sebenarnya terjadi sebelum kondisi korban memburuk.

Polisi telah melakukan otopsi terhadap korban serta olah tempat kejadian perkara (TKP) di lingkungan sekolah. Langkah tersebut menjadi bagian dari penyelidikan untuk mencari rangkaian fakta yang dapat menjelaskan hubungan antara kondisi korban sebelum meninggal dengan dugaan peristiwa kekerasan yang disebut terjadi di sekolah.

Tak berhenti pada pemeriksaan lokasi, penyidik juga telah meminta keterangan dari enam orang saksi. Mereka berasal dari unsur pihak sekolah, siswa, serta kedua orang tua korban.

Salah satu fakta yang menjadi perhatian dalam penyelidikan adalah pengakuan korban sebelum meninggal dunia.

Dalam kondisi sakit, korban disebut sempat mengaku dipukul oleh tiga orang kakak kelasnya.

Pengakuan tersebut menjadi bagian penting yang perlu didalami karena muncul bersamaan dengan kondisi kesehatan korban yang mengalami sejumlah keluhan serius.

Selama sembilan hari menjalani perawatan, korban dilaporkan mengalami sakit perut, muntah berat hingga buang air besar berdarah.

Namun, apakah keluhan medis tersebut memiliki kaitan langsung dengan dugaan kekerasan yang dialami korban, masih menjadi bagian dari proses penyelidikan. Polisi perlu mengurai fakta secara menyeluruh melalui keterangan saksi, hasil otopsi, pemeriksaan lokasi, serta bukti lain yang ditemukan.

Dengan demikian, dugaan perundungan belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kematian sebelum seluruh hasil pemeriksaan dan penyelidikan kepolisian memberikan kepastian.

Pemeriksaan terhadap pihak sekolah dan siswa menjadi penting untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai aktivitas korban sebelum mengalami sakit hingga akhirnya meninggal dunia.

Penyidik juga perlu memastikan apakah dugaan pemukulan tersebut merupakan peristiwa tunggal atau bagian dari tindakan perundungan yang berlangsung lebih dari sekali.

Di sisi lain, keterangan dari orang tua korban menjadi bagian penting untuk mengetahui perubahan kondisi korban sejak sebelum menjalani perawatan hingga akhirnya meninggal dunia.

Rangkaian pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa perkara ini tidak berhenti pada pertanyaan mengenai siapa yang diduga melakukan kekerasan. Lebih jauh, penyelidikan juga perlu menjawab apa yang terjadi, kapan peristiwa berlangsung, bagaimana kekerasan diduga terjadi, serta apakah ada keterkaitan dengan kondisi kesehatan korban hingga meninggal dunia.

Kabar meninggalnya Hasbi turut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pemalang, Nurkholes, mendatangi rumah duka di Kelurahan Kebondalem untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Kedatangannya menjadi bentuk empati pemerintah daerah terhadap keluarga yang tengah menghadapi kehilangan seorang anak dalam usia yang masih sangat muda.

Namun, di balik duka tersebut, perhatian kini tertuju pada proses hukum yang sedang berjalan.

Kematian seorang anak di tengah munculnya dugaan perundungan di lingkungan pendidikan menuntut penyelidikan yang terang, objektif dan menyeluruh. Setiap fakta harus diuji, setiap keterangan harus dikonfirmasi, dan setiap dugaan harus dibuktikan berdasarkan alat bukti yang sah.

Polres Pemalang masih mendalami perkara tersebut. Hasil otopsi, pemeriksaan saksi, olah TKP, serta bukti-bukti lain akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah penanganan kasus.

Satu hal yang kini menjadi pertanyaan utama: apa yang sebenarnya terjadi pada Muhammad Hasbi Al Aqib sebelum sembilan hari menjalani perawatan hingga akhirnya meninggal dunia?

Jawaban atas pertanyaan itu kini berada dalam proses penyelidikan kepolisian.***

Editor: Redaksi