Pengolahan Sampah Kabupaten Bandung Naik Tiga Kali Lipat, David Leader Project ISWMP World Bank: Pemilahan Sampah Rumah Tangga Jadi Kunci

Bidik Ekspres.id | Kab Bandung

Upaya pembenahan sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung terus menunjukkan tren positif. Keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dinilai berhasil meningkatkan kapasitas pengolahan sampah secara signifikan.

“Sebelum TPST didirikan, kapasitas pengolahan sampah di wilayah ini hanya sekitar 15 hingga 20 ton per hari. Namun, setelah TPST mulai beroperasi tahun ini, kapasitas tersebut meningkat tiga kali lipat hingga mencapai 60 ton per hari,” ungkap David Adeyemi Aromokeye, Task Team Leader Project ISWMP, World Bank, saat menghadiri kegiatan pendampingan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah sekaligus penyerahan tempat sampah terpilah di Kabupaten Bandung, di Gedung Dewi Sartika, Kamis (1/10/2026).

Selain pemutakhiran infrastruktur pengolahan, sosialisasi pemilahan sampah sejak dari sumbernya yaitu di tingkat rumah tangga juga terus digalakkan. Langkah nyata yang diambil antara lain pembagian bak pemilah sampah kepada masyarakat, guna memisahkan sampah organik dan anorganik.

Menurut David, pemilahan di tingkat rumah tangga adalah kunci utama keberhasilan seluruh rangkaian pengelolaan sampah. Pemilahan sejak awal akan sangat membantu dan memperlancar proses, mulai dari pengumpulan hingga pengolahan lanjutan di TPST. Tanpa kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah, pengolahan yang optimal di tahap selanjutnya akan sulit tercapai.

Selain meningkatkan infrastruktur pengolahan, upaya mendorong pemilahan sampah sejak dari sumbernya atau tingkat rumah tangga juga terus dilakukan secara aktif. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah mendistribusikan tempat sampah kepada masyarakat untuk memisahkan sampah organik dan anorganik.

Menurut David, pemilahan sampah di tingkat rumah tangga merupakan kunci utama keberhasilan rantai pengelolaan sampah. Pemilahan yang dilakukan sejak awal akan sangat membantu sekaligus memperlancar proses, mulai dari pengumpulan hingga pengolahan lebih lanjut di TPST.

Tanpa adanya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah, proses pengolahan pada tahapan berikutnya akan sulit berjalan secara optimal.

Karena itu, David mengajak masyarakat untuk berperan aktif sekaligus memahami pentingnya kontribusi mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan. Langkah sederhana seperti memilah sampah berdasarkan jenisnya sejak dari rumah merupakan fondasi penting untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, efektif, dan berkelanjutan.***

Editor: Aripudin