Polres Metro Bekasi Gelar Pergeseran Pasukan Amankan Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi, Netralitas Ditegaskan Sebagai Prinsip Mutlak

Bidik Ekspres.id | Kab Bekasi
Polres Metro Bekasi menggelar Apel Pergeseran Pasukan Operasi Wibawa Mukti Jaya 2026 sebagai langkah final pengamanan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bekasi yang digelar Minggu (20/9/2026). Kegiatan berlangsung di Lapangan Parkir Central Park Meikarta, Cikarang Selatan, Sabtu 19/9.
Apel dipimpin langsung Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo, dihadiri unsur Polda Metro Jaya, Forkopimda Kabupaten Bekasi, jajaran TNI, pemerintah daerah, serta seluruh personel pelaksana tugas.
Secara keseluruhan, sebanyak 4.400 lebih personel gabungan dikerahkan. Rinciannya meliputi: 1.062 personel Polres Metro Bekasi, 79 personel BKO PJU Polda Metro Jaya, 796 personel BKO Polda Metro Jaya, 750 personel BKO Polres jajaran, 1.120 personel PHH Brimob, 502 personel Dalmas, 28 personel Raimas, 60 personel Patra Brimob, serta 795 personel dari jajaran TNI.
Kapolres menegaskan pergeseran pasukan ini dilakukan guna menjamin seluruh tahapan mulai pemungutan hingga penghitungan suara berjalan aman, tertib, dan kondusif. Usai pemberian arahan, kegiatan dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG) untuk memantapkan pola penyebaran dan kesiapan di setiap wilayah penugasan.

“Pengamanan dilaksanakan secara humanis dan profesional. Netralitas adalah syarat yang tidak dapat ditawar. Setiap personel wajib menjaga jarak dari kepentingan kelompok maupun calon tertentu, memberikan perlindungan dan pelayanan yang setara bagi seluruh warga,” tegas Andi Oddang.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat, panitia, para calon kepala desa, hingga pendukung untuk menjaga suasana damai. Perbedaan pilihan dihormati, provokasi ditolak bersama.
“Beda pilihan tetap saudara. Mari kita jaga bersama agar Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026 berjalan aman, tertib, lancar, dan damai,” imbau Kapolres.
Seluruh pasukan kini telah bersiap sedia di wilayah tugas masing-masing guna memastikan pesta demokrasi di tingkat desa berjalan jujur, adil, dan bermartabat.***
Editor: Sugiono
