Perempuan Bukan Sekadar Penonton Kamtibmas, Srikandi KIC 09 Tunjukkan Peran Nyata di Margaasih Serta Ajak Perempuan Jadi Pelopor Kedamaian

Bidik Ekspres.id | Kab Bandung

Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bukan semata-mata menjadi tugas aparat kepolisian. Partisipasi masyarakat dari berbagai unsur, termasuk perempuan, memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman, tertib dan kondusif.

Pesan tersebut tercermin dari keterlibatan Srikandi Komunitas Informasi Citarum (KIC) Wilayah 09 Polsek Margaasih dalam membantu menjaga keamanan peringatan Maulid Nabi yang digelar di Jalan Jati Utama, Komplek Margaasih, tepat di depan Mapolsek Margaasih, Kabupaten Bandung, Jumat (18/9).

Kehadiran Srikandi KIC 09 menunjukkan bahwa kepedulian terhadap Kamtibmas tidak mengenal batas gender. Perempuan juga memiliki ruang dan tanggung jawab sosial untuk ikut menciptakan lingkungan yang aman, terutama dalam kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak warga.

Ketua Srikandi KIC Wilayah 09 Polsek Margaasih, Neng Deti yang didampingi Listi kepada Media https://bidikekspres.id/  mengatakan kerlibatan perempuan dalam menjaga Kamtibmas merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus bagian dari membangun kesadaran masyarakat.

“Menjaga Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab polisi dan bukan pula hanya tugas laki-laki. Perempuan juga mempunyai peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan bisa hadir, peduli dan ikut mengambil bagian dalam menjaga ketertiban di lingkungan masyarakat,” tegas Neng Deti.

Menurutnya, perempuan memiliki posisi yang strategis dalam kehidupan sosial. Dari lingkungan keluarga hingga masyarakat, perempuan dapat menjadi pengingat, pemberi edukasi dan penggerak terciptanya suasana yang lebih aman serta harmonis.

“Perempuan bisa menjadi sumber edukasi mulai dari keluarga. Mengajarkan anak dan lingkungan untuk menghormati orang lain, tidak mudah terpancing emosi, tidak menyebarkan berita yang belum jelas dan menyelesaikan persoalan dengan cara yang baik. Hal-hal sederhana seperti itu merupakan bagian dari menjaga Kamtibmas,” ujarnya.

Menurutnya, Peringatan Maulid Nabi pada dasarnya tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi dan kepedulian sosial.
“Nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, menghindari permusuhan serta menyelesaikan persoalan dengan cara yang baik”

“Dalam konteks Kamtibmas, nilai tersebut menjadi relevan karena keamanan lingkungan tidak hanya dibangun melalui pengawasan, tetapi juga melalui karakter masyarakat yang mampu menjaga ucapan, tindakan dan hubungan sosial” lanjut Neng Deti

Srikandi KIC 09 memandang bahwa masyarakat juga harus memiliki kesadaran untuk tidak menjadi sumber keresahan. Informasi yang belum terverifikasi sebaiknya tidak langsung dipercaya apalagi disebarluaskan karena dapat memicu kesalahpahaman.

Lebih jauh Neng Deti mengatakan bahwa peran perempuan dalam menjaga Kamtibmas sering kali tidak terlihat di ruang publik, tetapi memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari.
“Perempuan dapat berkontribusi melalui pendidikan dalam keluarga, membangun komunikasi dengan lingkungan, memberikan pemahaman kepada anak dan generasi muda, serta ikut mencegah berkembangnya informasi provokatif”

Karena itu, keterlibatan Srikandi KIC 09 dalam kegiatan masyarakat menjadi bagian dari pesan bahwa perempuan tidak harus menunggu terjadinya gangguan keamanan untuk menunjukkan kepeduliannya.
“Kami ingin perempuan ikut menjadi pelopor kedamaian. Kalau ada persoalan, jangan langsung memperbesar masalah. Kalau ada informasi, jangan langsung disebarkan. Kalau ada perbedaan, jangan dijadikan alasan untuk bermusuhan. Kita kedepankan komunikasi dan cari penyelesaian yang baik,” kata Neng Deti.

Sementara itu, Listi yang turut mendampingi kegiatan tersebut menambahkan bahwa kepedulian terhadap keamanan lingkungan harus dibangun secara bersama-sama.
“Kamtibmas akan lebih kuat kalau masyarakatnya peduli. Perempuan, laki-laki, tokoh masyarakat, komunitas dan seluruh unsur lainnya mempunyai peran masing-masing. Yang terpenting adalah bagaimana semua bergerak secara positif dan tidak mengambil tindakan di luar aturan,” ujarnya.

Keterlibatan Srikandi KIC 09 dalam menjaga keamanan peringatan Maulid Nabi di Margaasih membawa pesan yang lebih luas: Kamtibmas harus menjadi kesadaran bersama.

Kepolisian memiliki kewenangan dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum, sedangkan masyarakat dapat mengambil bagian melalui kepedulian, pencegahan, edukasi dan komunikasi sesuai peran masing-masing.

Perempuan pun memiliki posisi penting dalam ekosistem tersebut.

Sebab, keamanan tidak selalu dimulai dari tindakan besar. Ia dapat dimulai dari keluarga, dari cara seseorang menyampaikan informasi, dari kemampuan menahan diri, dari keberanian mengingatkan ketika ada potensi konflik dan dari kesediaan menjaga hubungan baik dengan sesama.

Di tengah peringatan Maulid Nabi, pesan itu menjadi semakin relevan: menjaga keamanan bukan hanya tentang mencegah gangguan, tetapi juga menjaga persaudaraan, menghormati sesama dan menciptakan ruang sosial yang damai.

Srikandi KIC 09 memilih untuk hadir dan mengambil bagian. Bukan untuk menggantikan tugas aparat, melainkan menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial dalam menjaga Margaasih tetap aman, tertib dan kondusif.***

 

Editor: Redaksi