Sinergi Komunitas Informasi Citarum (KIC) 09 – Barisan Ansor Serbaguna (Banser): Kamtibmas Dengan Ukhuwah, Tabayun Dan Kepatuhan Pada Hukum
Bidik Ekspres.id | Kab Bandung
Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tidak akan pernah berdiri kokoh jika hanya dibebankan kepada aparat kepolisian. Di tengah derasnya arus informasi, dinamika sosial dan potensi gesekan di tengah masyarakat, keterlibatan seluruh elemen masyarakat justru menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Pesan itu mengemuka dalam sinergitas Komunitas Informasi Citarum (KIC) Wilayah 09 Polsek Margaasih bersama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Margaasih, yang berlangsung di Mapolsek Margaasih, Jumat (18/9).
Pertemuan tersebut bukan sekadar membangun komunikasi antarkelompok. Lebih dari itu, sinergitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat bahwa persoalan Kamtibmas harus dicegah sejak dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat.
Ketua KIC Wilayah 09, Oscar kepada Media https://bidikekspres.id/ menegaskan bahwa komunitas masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton ketika muncul persoalan sosial maupun potensi gangguan keamanan.
“Kamtibmas bukan hanya tugas polisi. Masyarakat memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk ikut menjaga lingkungannya. KIC dan Banser harus hadir sebagai bagian dari solusi, bukan sebagai kelompok yang memperbesar persoalan,” tegas Oscar.
Menurutnya, salah satu persoalan yang tidak boleh dianggap remeh saat ini adalah penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Sebuah kabar yang tidak jelas sumber dan kebenarannya dapat dengan cepat berkembang menjadi kesalahpahaman, provokasi bahkan konflik sosial.
Karena itu, Oscar menekankan pentingnya membangun budaya tabayun sebelum masyarakat mempercayai maupun menyebarkan sebuah informasi.
“Jangan karena menerima informasi dari media sosial kemudian langsung dipercaya dan disebarkan. Periksa dulu kebenarannya. Kalau informasi itu berpotensi menimbulkan keresahan, jangan ikut menjadi bagian dari penyebarannya. Justru masyarakat harus menjadi penyejuk,” ujarnya.
Lebih jauh Oscar mengatakan dalam perspektif Islam, menjaga keamanan, kedamaian dan kemaslahatan masyarakat memiliki hubungan erat dengan kewajiban menjaga persaudaraan serta mencegah terjadinya kerusakan.
“Al-Qur’an memberikan prinsip yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini melalui QS. Al-Hujurat ayat 6, yang memerintahkan umat untuk melakukan pemeriksaan atau tabayun ketika menerima suatu berita dari orang yang membawa informasi, agar tidak menimbulkan kerugian kepada pihak lain karena ketidaktahuan”
“Prinsip tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan media sosial. Informasi yang belum terverifikasi tidak seharusnya menjadi dasar seseorang menuduh, menghakimi, melakukan provokasi atau mengambil tindakan sendiri” lanjutnya
Islam juga menekankan pentingnya menjaga persaudaraan karena orang-orang beriman adalah bersaudara dan diperintahkan untuk mendamaikan pihak yang berselisih.
“Dengan demikian, semangat menjaga Kamtibmas tidak bertentangan dengan nilai keagamaan. Justru menjaga kedamaian, mencegah konflik, membantu sesama dan menghindari tindakan yang merugikan orang lain merupakan nilai sosial yang sejalan dengan prinsip kemaslahatan” lanjut Oscar
“Artinya, kepedulian masyarakat terhadap keamanan harus ditempatkan pada koridor yang benar: mencegah, mengingatkan, memberikan informasi dan membantu menciptakan suasana kondusif, bukan mengambil alih kewenangan penegakan hukum” pungkas Oscar

Sementara itu ditempat yang sama Maniso, perwakilan Banser Margaasih, menegaskan kesiapan Banser untuk membangun komunikasi dan sinergitas dengan berbagai unsur masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Kami siap bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Kamtibmas. Bagi kami, keberadaan Banser harus memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang aman serta kondusif,” ujar Maniso.»
Ia menekankan pentingnya mengedepankan komunikasi ketika menghadapi persoalan di tengah masyarakat.
“Perbedaan pandangan adalah sesuatu yang bisa terjadi di masyarakat. Tetapi jangan sampai perbedaan tersebut berubah menjadi permusuhan. Kalau ada persoalan, mari dikomunikasikan dan diselesaikan dengan cara yang baik serta sesuai aturan,” katanya.
Menurut Maniso, masyarakat juga harus memiliki ketahanan terhadap provokasi. Informasi yang belum jelas, kata dia, jangan langsung dipercaya apalagi disebarkan kembali.
“Kita harus lebih bijak menggunakan media sosial. Jangan menjadi orang pertama yang menyebarkan berita, tetapi menjadi orang yang memastikan berita tersebut benar sebelum menyebarkannya. Ini bagian dari menjaga masyarakat agar tetap kondusif,” tuturnya.
Sinergitas KIC Wilayah 09 dan Banser Margaasih memperlihatkan bahwa menjaga Kamtibmas membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Namun, keterlibatan masyarakat tetap harus memiliki batas yang jelas. Masyarakat dapat membantu melalui kepedulian lingkungan, komunikasi, edukasi, pencegahan dan penyampaian informasi kepada aparat. Sementara tindakan penegakan hukum tetap menjadi kewenangan aparat sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sinilah pentingnya membangun pola hubungan yang sehat antara masyarakat dan kepolisian: bukan saling mengambil kewenangan, melainkan saling menguatkan sesuai peran masing-masing.
Kamtibmas juga tidak boleh dimaknai sebatas tidak adanya gangguan keamanan. Kondusivitas membutuhkan masyarakat yang mampu menahan diri, tidak mudah terprovokasi, menghormati perbedaan, menjaga komunikasi serta menyelesaikan persoalan melalui jalur yang tepat.
Dalam konteks nilai Islam, prinsip tabayun, ukhuwah, amar ma’ruf nahi munkar dan menjaga kemaslahatan dapat menjadi landasan moral bagi masyarakat untuk mengambil peran positif.
Sebab, menjaga keamanan bukan berarti mencari musuh. Menjaga ketertiban bukan berarti bertindak di luar kewenangan. Dan membela kebenaran bukan berarti mengabaikan hukum.
Pesan dari sinergitas KIC 09 dan Banser Margaasih pun menjadi jelas: sebelum menilai, lakukan tabayun; sebelum menyebarkan informasi, pastikan kebenarannya; sebelum bertindak, pahami aturan; dan sebelum konflik membesar, bangun komunikasi.
Karena Kamtibmas yang kuat tidak hanya lahir dari aparat yang bekerja di lapangan, tetapi juga dari masyarakat yang sadar bahwa kedamaian adalah tanggung jawab bersama.***
Editor: Redaksi
