Jalan Kabupaten Rusak, Warga Lancar Patungan! Pemkab Wonosobo ke Mana?

Bidik Ekspres.id l Wonosobo
Pemandangan ironis kembali muncul dari wilayah Kabupaten Wonosobo. Jalan raya Desa Lancar, Kecamatan Wadaslintang, yang berstatus jalan kabupaten, masih dikeluhkan warga karena mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Lubang menganga di badan jalan menjadi pemandangan yang harus dihadapi masyarakat setiap hari. Kondisi tersebut dinilai mengganggu mobilitas sekaligus membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati saat melintas.
Yang membuat persoalan ini semakin menyita perhatian, warga justru memilih turun tangan sendiri.
Tak kunjung melihat perbaikan menyeluruh, masyarakat Desa Lancar mengumpulkan iuran untuk membeli semen dan material. Dengan biaya swadaya, warga menambal sejumlah lubang yang dianggap cukup membahayakan.
Warga patungan memperbaiki jalan kabupaten. Lalu, ke mana perhatian pemerintah daerah?
Persoalan tersebut menjadi pertanyaan yang layak dijawab secara terbuka. Warga menyebut jalan tersebut belum pernah mendapatkan perbaikan secara menyeluruh meski telah terjadi pergantian Bupati Wonosobo.

Jika kondisi tersebut benar, publik tentu patut mempertanyakan bagaimana skala prioritas pembangunan infrastruktur di wilayah Wadaslintang, khususnya terhadap akses jalan yang setiap hari digunakan masyarakat.
Perbaikan swadaya memang menunjukkan kepedulian luar biasa warga. Namun, iuran masyarakat tidak mungkin menjadi pengganti kebijakan pembangunan jalan secara permanen.
Tambalan semen hanya menjadi solusi sementara. Tanpa penanganan menyeluruh, kerusakan sangat mungkin kembali muncul dan warga kembali dihadapkan pada persoalan yang sama.
Kini sorotan mengarah kepada Pemkab Wonosobo dan DPUPR.
Warga berharap pemerintah segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya, menjelaskan status penanganan jalan tersebut, serta memastikan apakah perbaikan permanen akan masuk dalam agenda pembangunan.
Publik juga menunggu jawaban sederhana namun penting:
Mengapa jalan berstatus jalan kabupaten masih harus diperbaiki dengan uang patungan warga?
Pertanyaan itu bukan sekadar soal aspal dan lubang jalan. Ini menyangkut kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Warga Desa Lancar berharap pemerintah tidak datang hanya ketika jalan kembali ramai diberitakan. Mereka membutuhkan perbaikan nyata, terukur, dan permanen.
Sebab, ketika masyarakat sudah mengeluarkan uang dari kantong sendiri untuk memperbaiki jalan yang menjadi akses publik, negara seharusnya tidak boleh absen terlalu lama.***
