Jejak Digital Terakhir 8 Korban Hilang Termasuk Awak Media di Gunung Anak Krakatau Terdeteksi di Pulau Sebesi, Tim SAR Perketat Pencarian Berbasis Sinyal

Bidik Ekspres.id | Jakarta
Titik terang dalam pencarian lima jurnalis dan tiga Anak Buah Kapal (ABK) yang hilang saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai muncul. Data teknis terbaru mengonfirmasi bahwa jejak digital terakhir dari para korban terdeteksi berada di wilayah Pulau Sebesi, Lampung, sejak Senin (7/9).
Informasi krusial ini disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria saat meninjau langsung Posko Utama SAR Gabungan di Pandeglang, Banten, pada Sabtu (12/9). Lokasi deteksi sinyal tersebut kini menjadi fokus utama dan petunjuk strategis bagi Tim SAR dalam operasi pencarian hari kelima.
Untuk mempersempit area pencarian, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) telah mengerahkan sumber daya teknologi secara masif. Tiga operator seluler nasional bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio di Banten dan Lampung dilibatkan secara intensif untuk melacak sisa-sisa sinyal komunikasi dari gawai para korban.
Metode ini mengandalkan pemantauan spektrum frekuensi radio untuk mendeteksi kemungkinan adanya perangkat yang masih aktif atau terakhir terhubung dengan menara seluler di sekitar zona pencarian. Data hasil pelacakan ini kemudian disinkronkan secara real-time dengan tim SAR di lapangan.
“Data lokasi di Pulau Sebesi menjadi petunjuk utama kami hari ini. Kami merangkul seluruh operator untuk memastikan tidak ada celah informasi,” ujar Nezar Patria di lokasi posko.
Deteksi sinyal di Pulau Sebesi memberikan arah baru bagi tim pencari, mengingat kondisi geografis Gunung Anak Krakatau dan perairan sekitarnya yang dinamis serta berpotensi berbahaya pasca-erupsi. Pulau Sebesi, yang terletak relatif dekat dengan titik erupsi, menjadi area yang logis untuk dilewati atau menjadi tempat singgah terakhir sebelum insiden terjadi.

Pemerintah melalui Kemenkomdigi juga mengimbau masyarakat untuk terus mendoakan keselamatan kedelapan korban. Sementara itu, tekanan kini tertuju pada akurasi data sinyal dan kecepatan respons tim SAR dalam menyisir area yang ditunjuk oleh teknologi pelacakan.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian masih berlangsung intensif dengan menggabungkan kekuatan personel SAR, dukungan teknologi telekomunikasi, dan analisis medan laut. Kepastian nasib kelima jurnalis dan tiga ABK tersebut masih menjadi perhatian nasional, di mana setiap detik dan setiap meter persegi area pencarian sangat menentukan.***
Editor: Redaksi
