16 Bangunan Dilalap Api di Tieng, Warga Trauma! Polres Wonosobo Turun, Bantuan dan Trauma Healing Digelontorkan

Bidik Ekspres.id l Wonosobo

Kobaran api mengubah suasana Dusun Krajan, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, menjadi kepanikan. Dalam hitungan waktu, api merambat dan berdampak pada 16 bangunan. Seorang warga bahkan mengalami luka bakar dan harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, Sabtu (12/9/2026), itu tak hanya menyisakan kerusakan material. Ketakutan dan tekanan psikologis juga membayangi warga, terutama anak-anak yang menyaksikan langsung dahsyatnya kebakaran.

Di tengah situasi tersebut, Polres Wonosobo mengambil langkah cepat. Polisi tidak sekadar berada di lokasi saat penanganan api, tetapi kembali hadir membawa bantuan sosial sekaligus pendampingan psikologis bagi korban.

Wakapolres Wonosobo Kompol Nana Edi Sugito, S.H., memimpin penyerahan bantuan berupa paket sembako kepada Kepala Desa Tieng, Farhan, untuk selanjutnya disalurkan kepada warga terdampak.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Wonosobo kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga,” ujar Nana.

Yang menarik, penanganan tidak berhenti pada bantuan logistik.

Sejumlah Polwan Polres Wonosobo turun memberikan trauma healing kepada korban. Pendekatan dilakukan secara humanis, terutama kepada anak-anak dan warga yang masih dihantui rasa takut serta kecemasan setelah kebakaran.

Korban diberi ruang untuk berkomunikasi dan menceritakan pengalaman mereka. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memulihkan rasa aman warga setelah menghadapi peristiwa yang mengganggu secara emosional.

Dugaan Korsleting, Api Cepat Merambat

Kepolisian menyebut kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik di lantai dua sebuah rumah. Namun, kondisi angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya.

Petugas Polsek Kejajar bersama Koramil, pemadam kebakaran, BPBD dan warga berjibaku memadamkan api. Sekitar tiga jam kemudian, kobaran berhasil dikendalikan.

Kepala Desa Tieng Farhan mengapresiasi respons aparat serta bantuan yang diberikan kepada masyarakat.

“Kami mewakili warga Desa Tieng mengapresiasi kepolisian dan instansi lain atas respons cepat dalam membantu pemadaman. Kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako dan perhatian kepada warga kami,” katanya.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras tentang pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik.

Polres Wonosobo mengimbau masyarakat memeriksa instalasi listrik secara berkala, tidak menggunakan sambungan listrik yang tidak sesuai standar, serta memastikan kompor dan perangkat elektronik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.

Api telah berhasil dipadamkan. Namun bagi warga Tieng, pekerjaan berikutnya adalah memulihkan kehidupan—dan menghapus rasa takut yang tertinggal setelah kobaran api.***