Neraka Api Di Kalikajar! Hutan Pinus Wonosobo Terbakar, 1,2 Hektare Dilalap Kobaran Tengah Malam

Bidik Ekspres.id l Wonosobo

Kobaran api kembali mengancam kawasan hutan di Kabupaten Wonosobo. Kebakaran yang terjadi di hutan produksi milik Perhutani, Petak 24A RPH Kleseman, turut Dusun Wonosari, Desa Wonosari, Kecamatan Kalikajar, Sabtu malam (5/9/2026), menghanguskan area seluas sekitar 1,22 hektare.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius lantaran api muncul di tengah kondisi kawasan hutan yang dilaporkan kering dan mudah terbakar. Jika tidak segera dikendalikan, kobaran api berpotensi merembet ke area hutan pinus lainnya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kobaran api pertama kali diketahui sekitar pukul 19.30 WIB. Namun laporan kepada petugas baru diterima sekitar pukul 20.30 WIB.

Mendapat informasi tersebut, Danramil 07/Kalikajar Kapten Kav Sudarmaji bersama dua anggota langsung bergerak menuju titik kebakaran untuk bergabung dengan unsur gabungan dan masyarakat.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati api telah membakar semak belukar di kawasan tanaman pinus. Luas area terdampak diperkirakan mencapai 1,22 hektare.

«“Petugas bersama masyarakat langsung melakukan pemadaman sekaligus melokalisir api agar tidak merambat ke area hutan lainnya,” ujar Kapten Kav Sudarmaji.»

Operasi pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel Polres, Polsek Kalikajar, Koramil 07/Kalikajar, BPBD Kabupaten Wonosobo, Perhutani, SAR-RPB Kalikajar, Relawan Base Camp Gajah Mungkur Lamuk, perangkat Desa Wonosari hingga masyarakat sekitar.

Kondisi lokasi yang berada di kawasan hutan membuat proses pemadaman tidak berjalan mudah. Akses medan serta keterbatasan sarana memaksa petugas dan warga melakukan pemadaman secara manual.

Mereka menyisir titik-titik api, memukul kobaran menggunakan peralatan sederhana, sekaligus membuat batas untuk mencegah api menjalar ke kawasan hutan yang lebih luas.

Selama kurang lebih satu setengah jam, petugas gabungan berjibaku melawan kobaran api di tengah malam. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB.

Meski api telah padam, ancaman kebakaran susulan masih menjadi perhatian. Kondisi vegetasi yang kering disebut menjadi salah satu faktor yang membuat kawasan hutan rentan terbakar.

Namun demikian, penyebab pasti munculnya api masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Dugaan sementara terkait kondisi cuaca dan kekeringan belum dapat dijadikan kesimpulan tunggal sebelum dilakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi kejadian.

Petugas selanjutnya melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi kembali memicu kebakaran.

Peristiwa ini sekaligus menjadi alarm penting bagi seluruh pihak. Kawasan hutan di Wonosobo yang memasuki periode rawan kekeringan membutuhkan pengawasan lebih ketat, termasuk pencegahan aktivitas yang berpotensi memicu api.

Sebab, satu titik api yang terlambat diketahui dapat berubah menjadi ancaman serius bagi ribuan pohon dan ekosistem hutan.***