Panggung Kemerdekaan RW 14 Desa Lagadar Bergema Menolak Kemerdekaan Jadi Seremoni, Semangat Persatuan Menyala Lewat Kreativitas dan Gotong Royong Warga

Ketua RW 14 Desa Lagadar Margaasih Kabupaten Bandung, Dadang Suhendar bersama Tokoh Pemuda Iwan Setiawan

Bidik Ekspres.id | Kab Bandung

Semangat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bergema kuat di RW 14 Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Puncak rangkaian perayaan yang dikemas dalam Malam Pentas Seni pada Sabtu malam 5/9 berlangsung meriah, menyedot antusiasme warga, sekaligus menjadi panggung yang mempertegas nilai persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya di tengah masyarakat.

Sejak pagi hingga larut malam, lokasi pertunjukan dipadati warga dari berbagai kalangan. Anak-anak, remaja, pemuda hingga orang tua larut dalam suasana perayaan yang tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, pelestarian budaya, dan penguatan solidaritas warga.

Di tengah derasnya arus teknologi dan dominasi hiburan digital, panggung seni tingkat lingkungan justru menghadirkan makna yang lebih mendalam. Anak-anak diberi kesempatan tampil percaya diri, mengasah kreativitas, belajar bekerja sama, mengenal seni budaya, sekaligus menanamkan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan bangsa.

Berbagai pertunjukan seni yang ditampilkan menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Tidak ada sekat usia dalam kegiatan tersebut. Seluruh warga mendapat ruang yang sama untuk menampilkan bakat, mempererat silaturahmi, dan memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan.

Ketua RW 14 Dadang Suhendar, yang akrab disapa Obot, menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan semata, melainkan harus menjadi energi untuk membangun lingkungan yang lebih maju melalui persatuan dan aksi nyata.
“Kemerdekaan adalah warisan yang harus dijaga dengan karya nyata. Saya ingin semangat malam ini menjadi api yang terus menyala, mendorong anak-anak berprestasi, pemuda berani berkarya, orang tua semakin kompak, dan seluruh warga semakin peduli terhadap lingkungan. RW 14 harus menjadi contoh bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar kita dalam membangun masa depan,” tegas Dadang Suhendar.

Ia juga mengajak seluruh warga agar semangat kebersamaan tidak hanya hadir saat peringatan kemerdekaan, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya mengajak seluruh warga RW 14 agar jangan hanya kompak saat perayaan kemerdekaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita hidupkan kembali budaya gotong royong, saling peduli, saling membantu, serta bersama-sama menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan. Tidak ada pembangunan yang berhasil tanpa kebersamaan. Jika seluruh warga bergerak bersama, tidak ada tantangan yang tidak bisa kita hadapi, dan RW 14 akan menjadi lingkungan yang semakin maju, rukun, dan membanggakan,” imbuhnya.

Menurutnya, kebersamaan merupakan modal utama untuk melahirkan generasi yang berprestasi, lingkungan yang aman, dan masyarakat yang semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Sementara itu Ketua Panitia Sri Widiawati, mengungkapkan keberhasilan penyelenggaraan acara merupakan hasil kerja sama seluruh warga yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.
“Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Ini membuktikan bahwa ketika warga bersatu dan bergotong royong, kegiatan sebesar apa pun bisa terlaksana dengan baik. Semoga kebersamaan ini terus terjaga, bukan hanya saat peringatan kemerdekaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan seluruh lapisan masyarakat menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi fondasi kuat dalam membangun kehidupan bermasyarakat di lingkungan RW 14.

Di lokasi yang sama, salah satu tokoh pemuda sekaligus pembawa acara, Iwan Setiawan, menilai pentas seni memiliki peran penting dalam menjaga persatuan warga di tengah keberagaman.
“Panggung ini bukan sekadar tempat pertunjukan, tetapi ruang yang menyatukan hati warga. Ketika anak-anak berani tampil, pemuda berkarya, dan orang tua memberi dukungan, di situlah semangat kemerdekaan benar-benar terasa. Budaya menjadi perekat yang menguatkan persaudaraan kita,” katanya.

Peringatan HUT ke-81 RI di RW 14 Desa Lagadar menjadi bukti bahwa perayaan kemerdekaan dapat menjadi media pendidikan sosial yang efektif. Melalui seni, kreativitas, dan gotong royong, nilai-nilai nasionalisme ditanamkan secara nyata kepada generasi penerus.

Lebih dari sekadar hiburan, malam puncak perayaan tersebut menjadi penegas bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang dalam sejarah, tetapi harus diwujudkan melalui kebersamaan, kepedulian, dan kontribusi nyata masyarakat dalam membangun lingkungan yang harmonis, berdaya, dan semakin maju.***

Editor: Redaksi