Jonatan Christie, Keluar dari Pelatnas PBSI Justru Sukses Meraih Posisi Peringkat Satu Dunia
Jonatan Christie/Tunggal Putra Peringkat 1 Dunia (Sumber: bwfbadminton.com)
Bidik Ekspres.id | Jakarta
Keputusan Jonatan Christie untuk meninggalkan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI pada Mei 2025 sempat menjadi perhatian besar publik bulu tangkis Indonesia. Setelah lebih dari satu dekade menjalani kehidupan sebagai atlet pelatnas, Jonatan memilih melanjutkan karier sebagai pemain profesional dan berlatih di luar Pelatnas Cipayung.
Kini, keputusan tersebut mendapatkan jawaban yang sangat manis. Pada 25 Agustus 2026, Jonatan Christie resmi menempati peringkat satu dunia tunggal putra BWF. Dengan koleksi 87.631 poin, pemain kelahiran Jakarta, 15 September 1997, itu naik dua tingkat dari posisi sebelumnya dan menggeser sejumlah pemain elite dunia.
Prestasi tersebut terasa semakin istimewa karena Jonatan menjadi tunggal putra Indonesia pertama yang menduduki peringkat satu dunia setelah Taufik Hidayat pada tahun 2000. Artinya, Indonesia harus menunggu sekitar 26 tahun untuk kembali melihat pemain tunggal putranya berada di puncak ranking BWF.
Memilih Jalan Profesional
Jonatan memutuskan keluar dari Pelatnas pada Mei 2025. Keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan panjang, terutama setelah kegagalannya di Olimpiade Paris 2024 yang menjadi salah satu titik refleksi dalam perjalanan kariernya.

Setelah sekitar 12 tahun berada di lingkungan Pelatnas, Jonatan merasa membutuhkan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengatur program latihan dan kehidupannya sebagai seorang suami sekaligus ayah. Menjadi atlet profesional bukan berarti Jonatan ingin mengurangi ambisi. Sebaliknya, ia menegaskan masih memiliki target besar, termasuk membidik Olimpiade Los Angeles 2028.
Keputusan itu juga bukan berarti hubungan Jonatan dengan PBSI berakhir sepenuhnya. PBSI tetap memberikan dukungan dalam konteks tertentu dan Jonatan tetap dapat memperkuat Indonesia pada ajang-ajang internasional. Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat bahkan menyebut langkah tersebut sebagai bentuk kolaborasi dan profesionalisme.
Dari Pelatnas ke Puncak Dunia
Menariknya, setelah menjadi pemain independen, Jonatan justru mampu mempertahankan konsistensinya di level elite dunia. Pada Juli 2026, Jonatan sudah berhasil menembus posisi tiga besar ranking BWF dengan mengumpulkan 89.231 poin. Kenaikan itu salah satunya dipengaruhi pencapaiannya di China Open 2026.
Sebulan kemudian, namanya berada di posisi paling atas. BWF menempatkan Jonatan sebagai pemain nomor satu dunia dengan 87.631 poin, unggul tipis atas wakil Prancis, Christo Popov, yang mengoleksi 87.002 poin.
Menariknya lagi, Jonatan berhasil mencapai puncak ranking tersebut meskipun tidak menjadi juara Kejuaraan Dunia BWF 2026. Ia hanya mencapai babak 16 besar di New Delhi. Fakta ini menunjukkan bahwa sistem ranking BWF tidak hanya ditentukan oleh satu turnamen, melainkan akumulasi poin dari berbagai turnamen dalam periode tertentu.***
Editor: Redaksi
