Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Kekuatan Bangsa Berakar pada Keadilan, Kemakmuran dan Kemitraan dengan Organisasi Rakyat
Bidik Ekspres.id | Kab Jombang

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kedudukan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pilar utama bangsa yang senantiasa hadir dan menjadi penentu stabilitas di setiap babak penting sejarah perjalanan negara. Pernyataan ini disampaikan secara tegas saat Kepala Negara resmi membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis 27/8.

“Nahdlatul Ulama selalu hadir dalam setiap peristiwa dan krisis bangsa ini. NU lah yang kerap menjadi penentu tegaknya stabilitas, keamanan, perdamaian, sekaligus masa depan Indonesia,” ujar Presiden di hadapan ribuan peserta muktamar.

Presiden menekankan, semangat pengabdian NU ini sejalan dengan cita-cita para pendiri organisasi: menjadikan bangsa ini bangkit, bermartabat, dan setara dengan negara lain di dunia. Ia pun melontarkan prinsip dasar yang tak bisa ditawar: kehormatan sebuah bangsa tak akan pernah tegak tanpa keadilan dan kemakmuran yang dirasakan seluruh rakyat.

“Bangsa yang terhormat adalah bangsa yang adil dan makmur. Tak ada bangsa yang dihormati jika rakyatnya tidak sejahtera. Dan tak akan pernah ada kemakmuran yang abadi tanpa keadilan yang ditegakkan,” tegasnya.

Lebih jauh, Kepala Negara menegaskan komitmen mendalam pemerintah untuk terus menjalin kemitraan erat serta memberdayakan organisasi kemasyarakatan besar seperti NU dan Muhammadiyah, termasuk seluruh jaringan pesantren yang berada di bawah naungannya.

“Saya tak pernah ragu. Pikiran saya terus berputar bagaimana cara memperkuat, memberdayakan, dan memajukan Nahdlatul Ulama, pesantren-pesantren NU, maupun Muhammadiyah,” janji Presiden.

Bukti nyata dukungan ini pun disampaikan langsung di bidang pendidikan. Pemerintah menjamin kesetaraan akses sarana digital bagi seluruh satuan pendidikan di tanah air termasuk sekolah dan lembaga pendidikan mil NU. Bahkan dukungan untuk lembaga pendidikan berbasis pesantren ini akan diperkuat lebih awal.

“Tahun lalu seluruh sekolah negeri telah mendapatkan satu layar per ruang kelas. Tahun ini sekolah negeri akan ditambah tiga lagi. Khusus lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama, kami berikan langsung empat unit,” ungkap Presiden.

Langkah ini menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat akar kekuatan bangsa dari bawah, berjalan beriringan dengan kekuatan tradisional, dan memastikan kemajuan pembangunan dirasakan secara adil oleh seluruh elemen bangsa.***

Editor: Redaksi