Di Hadapan Ribuan Kiai dan Santri, Prabowo Tegaskan: Berani Berantas Korupsi, Capai Kemandirian Pangan-Energi

Bidik Ekspres.id | Kab Jombang

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berpusat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Kamis (27/8/2026). Kehadiran Presiden dan jajaran pemerintah menjadi wujud penghormatan mendalam atas kontribusi luar biasa para ulama, kiai, santri, dan seluruh keluarga besar NU yang selama lebih dari satu abad konsisten merawat persatuan, kedamaian, serta kemajuan bangsa.

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan komitmen konkret untuk memperluas akses pembelajaran digital secara merata, termasuk ke sekolah-sekolah yang dikelola NU. “Tahun lalu, sekolah negeri mendapat satu layar per ruang kelas. Tahun ini, sekolah negeri mendapat tambahan tiga layar, sementara sekolah-sekolah NU akan menerima langsung empat layar per ruang kelas,” ungkapnya. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan akses pendidikan digital yang setara bagi seluruh pelajar di tanah air.

Presiden juga menegaskan keberanian mutlak dalam memberantas korupsi sebagai fondasi memperkuat negara dan menjaga kekayaan bangsa. “Korupsi telah menyebabkan banyak kekayaan negara hilang, bahkan dibawa ke luar negeri. Karena itu, pemerintah mulai menutup celah dan menghentikan kebocoran tersebut,” tegasnya. Prabowo menyebut pemerintah telah melakukan penghematan keuangan negara hingga ratusan triliun rupiah, yang diarahkan langsung untuk membantu masyarakat paling miskin dan yang paling membutuhkan.

“Yang penting kita harus berani memberantas korupsi. Semakin kuat upaya ini, semakin besar kemampuan pemerintah untuk menghadirkan manfaat bagi rakyat,” tandasnya.

Presiden pun memaparkan sejumlah capaian strategis pemerintah, antara lain Indonesia telah mencapai swasembada pangan dan tengah menuju swasembada energi. Ketergantungan terhadap impor BBM diharapkan dapat dikurangi dalam waktu dekat. Di sektor pemenuhan gizi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperluas puluhan ribu dapur umum telah beroperasi dan kini dinikmati lebih dari 62 juta penerima manfaat.

Prabowo juga menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan yang diberikan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam perjalanan pemerintahannya. Berbagai capaian tersebut, katanya, menjadi bagian dari upaya bersama membangun kemandirian pangan dan energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.***

Editor: Redaksi