Dalam Forum Reses, Anggota DPRD, H. Dadang Suryana, S.Ip Jelaskan Efisiensi dan Tantangan Pembangunan

Bidik Ekspres.id | Kab Bandung
Anggota DPRD Kabupaten. Bandung, H. Dadang Suryana, S.IP,
menggelar kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 DPRD Kabupaten Bandung, bertempat di GOR Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih, Jum’at (21/8/2026).
Ia menyebut kegiatan reses menjadi momentum penting bagi wakil rakyat turun kebawah untuk mendengar, mencatat, sekaligus mengawal aspirasi masyarakat supaya bisa direalisasikan melalui berbagai program baik bersifat pembangunan infrastruktur, pemberdayaan, maupun menyangkut pelayanan publik.
“Tugas Kita mendengar, mencatat, harapan berbagai masukan dan aspirasi bisa dikawal agar betul-betul direalisasikan dalam pelaksanaan pembangunan ataupun pelayanan publik kemasyarakatan,” katanya
Dalam forum ini, H. Dadang Suryana juga menjelaskan kondisi saat ini yang perlu dipahami masyarakat mengingat kemampuan fiskal pemerintah daerah terbatas sebagai akibat dari efisiensi yang dilakukan pemerintah pusat, sehingga berdampak pada program pemerintah dan pembangunan mengalami revisi.
“Saat ini sudah terbuka. Pemerintah pusat mengefisiensi anggaran dengan pengurangan transfer ke daerah itu sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat,” ungkapnya.

Meskipun demikian, Dadang berharap stabilisasi anggaran harus tetap terjaga guna membiayai program pemerintah yang telah dicanangkan sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa program-program yang memang sudah dicanangkan pemerintah tetap harus terealisasi, walupun harus mengalami perubahan dalam sisi pengelolaannya.
Diakuinya, terhadap kondisi saat ini turut membuat pembahasan anggaran menjadi cukup alot di dewan. Di satu sisi pemerintah daerah tetap mempunyai kewajiban belanja dan berbagai program yang harus dilaksanakan, sementara kemampuan pendapatan terbatas.
Di tambah lagi pemerintah daerah juga memiliki janji kampanye dulu pada waktu Pilkada yang harus direalisasikan kepada masyarakat.
Melalui forum reses ini, disamping menyerap aspirasi dan masukan masyarakat, juga menjadi ruang terbuka untuk menyampaikan kepada masyarakat mengenai situasi dan kondisi saat ini terutama menyangkut anggaran dan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah.***
Editor: Aripudin
