Gunung Merapi Gugurkan Lava 1.700 Meter: 25 Gempa Guguran Tercatat, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Bidik Ekspres.id | DI Yogyakarta

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih menunjukkan tanda-tanda kegiataan pada Kamis (20/8/2026). Berdasarkan hasil pemantauan, tercatat satu kali guguran lava yang meluncur ke arah barat melalui Kali Sat/Putih dengan jarak luncur mencapai 1.700 meter dari puncak.

Selain guguran lava, aktivitas kegempaan Merapi juga masih berlangsung. Pengamatan mencatat 25 kali gempa guguran serta 13 kali gempa hybrid atau fase banyak. Angka ini menunjukkan bahwa pergerakan material di dalam tubuh gunung api masih aktif dan berpotensi menghasilkan guguran berikutnya sewaktu-waktu.

Kondisi visual puncak Merapi saat pengamatan tertutup kabut, sehingga asap kawah tidak dapat diamati. Cuaca di sekitar gunung dilaporkan berawan hingga mendung dengan angin lemah ke arah timur. Suhu udara berkisar 15,9–19,1 derajat Celsius dengan kelembapan sangat tinggi, mencapai 98,6–100 persen kondisi yang dapat memperlambat pengamatan visual namun tidak menurunkan potensi bahaya.

Masyarakat dan wisatawan di kawasan Gunung Merapi diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti seluruh rekomendasi serta informasi resmi dari otoritas terkait. Aktivitas vulkanik dapat berubah secara mendadak tergantung dinamika di dalam tubuh gunung. Masyarakat diminta tidak memasuki kawasan yang dinyatakan sebagai daerah rawan bencana, terutama aliran sungai yang menjadi jalur guguran lava dan awan panas.

Peringatan ini bukan sekadar pengingat ini adalah langkah penting karena guguran yang terjadi hari ini membuktikan bahwa Merapi masih aktif. Kesiapsiagaan, pemahaman jalur evakuasi, dan kepatuhan terhadap batas aman adalah perlindungan terbaik bagi warga yang tinggal di kaki gunung maupun wisatawan yang berkunjung. Keamanan tidak boleh dikorbankan karena cuaca yang tertutup kabut atau sepi guguran dalam beberapa jam terakhir.***

Penulis: Ndrikom
Editor: Redaksi