Pendidikan Jadi Kunci Utama: Di Usia ke-81, Jawa Barat Perluas Akses Pendidikan hingga Kelompok Usia Dewasa untuk Naikkan IPM

Bidik Ekspres.id | Bandung
Memasuki usia ke-81, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan peningkatan kualitas pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan. Langkah ini ditujukan untuk mendongkrak rata-rata lama sekolah dan sekaligus mengerek Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat secara signifikan.
Hal itu ditegaskan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat Tahun 2026, yang digelar di Halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (19/8/2026) malam.
Gubernur menegaskan, peningkatan rata-rata lama sekolah tidak bisa hanya mengandalkan anak-anak yang sedang menempuh pendidikan formal. Strategi harus lebih luas dan menyasar seluruh kelompok usia, termasuk masyarakat dewasa dan lanjut usia yang belum memperoleh pendidikan secara memadai.
“Pemerintah juga perlu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang belum memperoleh pendidikan secara memadai, termasuk kelompok usia dewasa dan lanjut usia,” ungkapnya.
Rata-rata lama sekolah adalah indikator yang mengukur capaian pendidikan seluruh penduduk, bukan hanya yang duduk di bangku sekolah saat ini. Artinya, jika hanya fokus pada generasi muda, perbaikan akan berjalan sangat lambat. Maka, Gubernur menggarisbawahi pentingnya memperkuat pendidikan kesetaraan Paket A, B, C hingga D sebagai strategi percepatan.
“Kalau kita ingin mendongkrak ini cepat loncat, tidak hanya berpikir hari ini anak-anak kita untuk sekolah SD, SMP, dan SMA sampai masuk perguruan tinggi. Kita juga harus mendongkrak usia-usia tua untuk memiliki kualifikasi pendidikan kalau IPM-nya ingin naik,” tegas Dedi Mulyadi.
Ia mengakui, pengembangan pendidikan kesetaraan bagi seluruh masyarakat membutuhkan biaya yang besar. Namun, investasi ini dinilai mutlak dilakukan sebagai fondasi penguatan kualitas sumber daya manusia Jawa Barat.

Gubernur juga menegaskan urutan prioritas pembangunan: kebutuhan dasar seperti pendidikan harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum mengejar target pembangunan lainnya.
Jawa Barat memang memiliki potensi luar biasa besar mencakup 27 kabupaten/kota dengan kekayaan sektor pertanian, kelautan, energi, panas bumi, pembangkit listrik, hingga industri dan manufaktur. Namun potensi itu tidak akan berdaya jika tidak diimbangi dengan kualitas manusia yang memadai serta pemerataan pembangunan antar-daerah guna mencegah kesenjangan.
“Memenuhi kebutuhan dasar dulu. Kita tidak bisa dulu terbang karena angka partisipasi pendidikan dasar sembilan tahun itu belum selesai,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal jelas bahwa di usia ke-81, Jawa Barat tidak tergoda mengejar pertumbuhan yang tampak megah namun rapuh dari dalam. Pendidikan untuk semua usia termasuk mereka yang terlewatkan adalah jalan panjang yang teguh untuk membangun masyarakat yang berdaya dan beradab.***
Editor: Redaksi
