Pertumbuhan Ekonomi 5,80% dan Angka Kemiskinan Turun, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi: Inilah Makna Kemerdekaan yang Sebenarnya

Bidik Ekspres.id | Semarang
Makna kemerdekaan tidak cukup diwujudkan dalam upacara dan seremoni semata. Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika rakyat merasakan peningkatan layanan dasar dan kesejahteraan yang nyata. Demikian ditegaskan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi seusai memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Semarang, Senin 17/8.
Ditemani Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan Sekretaris Daerah Sumarno, Gubernur menegaskan: di tengah tantangan geopolitik global dan tekanan fiskal yang melanda, pemerintah tidak boleh berhenti memastikan pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat.
“Kita harus mampu berbuat hal yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” ujar Luthfi dengan tegas.
Janji itu bukan sekadar kata-kata. Data menunjukkan pada semester I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 5,80 persen berada di atas angka rata-rata nasional yang tercatat sebesar 5,45 persen. Realisasi investasi menyentuh Rp59,94 triliun, yang sekaligus menyerap sekitar 213 ribu tenaga kerja. Dampak nyata segera terlihat: angka kemiskinan per Maret 2026 turun dari 9,48 persen menjadi 9,21 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka per Februari 2026 turun menjadi 4,24 persen atau berkurang 0,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun bagi Gubernur, angka-angka tersebut bukan sekadar laporan pencapaian. Semua itu bermuara pada satu tujuan: kesejahteraan masyarakat. Itulah sebabnya, Pemprov Jawa Tengah terus melanjutkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat.

Di bidang kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Dokter Spesialis Keliling (Speling) mencatatkan capaian tertinggi secara nasional, menjangkau ribuan desa di seluruh penjuru provinsi. Di bidang pendidikan, setiap tahun disediakan kuota sekolah gratis bagi 5.004 anak dari keluarga kurang mampu melalui program Sekolah Kemitraan di sekolah swasta. Sementara di sektor perumahan, terus dilakukan perbaikan ribuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di berbagai pelosok desa.
“Seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah perlu bersatu, bahu-membahu, sehingga masyarakat bisa sejahtera. Kita harus punya semangat kolaborasi yang berlandaskan semangat kemerdekaan,” ajak Luthfi.
Ia juga menegaskan bahwa berbagai persoalan di tengah masyarakat tidak boleh diselesaikan secara instan atau parsial, melainkan harus berjalan secara berjenjang, berkelanjutan, dan menyentuh akar masalahnya. Sebab kemerdekaan yang sesungguhnya bukan sekadar bebas dari penjajahan melainkan bebas dari kebodohan, bebas dari sakit yang tak tertangani, bebas dari kemiskinan, dan bebas hidup layak di tanah kelahiran sendiri. Di Jawa Tengah, semangat itulah yang kini diubah menjadi karya nyata.***
Editor: Redaksi
