Bukan Sekadar Mengibarkan Bendera: 50 Paskibraka Kabupaten Bekasi Dikukuhkan dengan Beban Nilai dan Tanggung Jawab Bangsa

Bidik Ekspres.id | Kab Bekasi
Sebanyak 50 putra-putri terbaik Kabupaten Bekasi resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Mereka terpilih melewati proses seleksi dan pelatihan panjang, dan kini memikul amanah mulia: mengibarkan Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus meneruskan semangat pengorbanan para pendahulu.
Pengukuhan dilakukan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, dalam sebuah upacara yang penuh khidmat menjelang peringatan kemerdekaan. Ia menegaskan, kehadiran mereka di barisan Paskibraka bukan sekadar kebanggaan pribadi atau kehormatan seragam. Di balik tugas mengibarkan bendera, tersimpan amanah besar yang dipercayakan masyarakat kepada generasi muda.
“Mereka adalah putra-putri terbaik yang telah melalui proses persiapan yang tidak ringan. Pelatihan yang dijalani bukan hanya untuk membentuk keterampilan baris-berbaris atau ketepatan gerakan. Lebih dari itu, semuanya dirancang untuk menanamkan kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan rasa cinta tanah darah yang mendalam,” ujar Asep.

Nilai-nilai tersebut, kata dia, justru menjadi beban tugas yang sesungguhnya. Setelah bendera dikibarkan dan upacara usai, kedisiplinan, semangat gotong-royong, dan kesadaran berbangsa itu harus tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diharapkan menjadi teladan di lingkungan keluarga, di sekolah, di tengah masyarakat luas.
“Menjadi Paskibraka berarti menjadi contoh. Semangat kemerdekaan bukan hanya diupacarakan pada 17 Agustus, tetapi harus tercermin dalam cara mereka belajar, bekerja, dan berkontribusi membangun daerah ini,” tegasnya.
Dengan dikukuhkannya 50 Paskibraka Kabupaten Bekasi Tahun 2026, kini perhatian beralih ke pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan. Di tangan generasi muda inilah, bendera pusaka akan dikibarkan sebagai pengingat: kemerdekaan bukan pemberian semata, melainkan hasil perjuangan yang wajib dijaga, diteruskan, dan diisi dengan karya nyata.***
Editor: Sugiono
