Kepala BGN Tegaskan Tidak Ada Mitra yang Boleh Merugi “Mitra MBG Telah Keluar Modal, BGN Janji Tak Biarkan Investasi Berujung Kerugian”, Bagaimana Realisasinya Sekarang?

Bidik Ekspres.id | Jakarta
Badan Gizi Nasional (BGN) berkomitmen penuh mencari solusi berkeadilan bagi seluruh mitra penyedia dan pengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terdampak perubahan dan pembenahan tata kelola dalam beberapa bulan terakhir. Langkah ini diambil untuk menjamin investasi yang telah ditanamkan tidak terbuang sia-sia.
Persoalan tersebut menjadi perhatian karena sebagian mitra disebut telah mengeluarkan modal dan melakukan investasi secara mandiri untuk mendukung operasional program. Di tengah perubahan tata kelola, BGN kini berupaya memastikan investasi tersebut tidak berakhir menjadi beban kerugian bagi para mitra.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan pemerintah memahami posisi para mitra yang telah mengeluarkan biaya dengan menggunakan modal pribadi. Karena itu, BGN tengah mencari formula penyelesaian yang dinilai adil bagi seluruh pihak.
“Kami pastikan akan mencari skema yang adil. Mitra harus mendapatkan keadilan, setidaknya tidak dirugikan,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sudaryono meminta seluruh mitra untuk sedikit bersabar selagi BGN menyusun rumus penyelesaian yang tepat. Ada dua poin utama yang ditegaskan sebagai jaminan lembaga:
• Perlindungan Investasi: BGN menjamin mitra yang telah mengeluarkan modal mandiri tidak akan menanggung kerugian akibat pembenahan internal.
• Komitmen Penyelesaian: Pemerintah sedang menyiapkan skema kompensasi maupun penataan ulang tata kelola yang transparan dan berkeadilan

“Saya mohon waktu kepada seluruh mitra yang selama ini mencari keadilan berbulan-bulan ini untuk sedikit bersabar. Saya berkomitmen mencari solusi terbaik agar tidak ada pihak yang dirugikan setelah berinvestasi menggunakan uang mereka sendiri,” tegas Sudaryono.
Pernyataan ini menjadi sinyal jelas bahwa BGN tidak akan membiarkan mitra menanggung beban kerugian akibat dinamika kebijakan. Seluruh upaya difokuskan pada penyusunan formula yang memulihkan kepercayaan sekaligus menjaga keberlanjutan program demi kepentingan bersama baik pihak pengelola maupun penerima manfaat.
Namun, hingga saat ini, bentuk final mekanisme tersebut belum dijelaskan secara terperinci. Karena itu, para mitra masih harus menunggu keputusan resmi mengenai bagaimana investasi yang telah dikeluarkan akan diperlakukan dalam skema baru.
Pernyataan BGN tersebut menjadi penting bagi para mitra karena persoalan yang dihadapi bukan hanya menyangkut keberlanjutan kerja sama, tetapi juga nasib modal yang telah dikeluarkan untuk membangun dan menjalankan fasilitas pendukung program MBG.
Komitmen untuk tidak merugikan mitra kini akan diuji pada tahap implementasi. Publik dan para mitra tentu menunggu seperti apa formula yang akan disusun BGN, bagaimana mekanisme perlindungan investasi diterapkan, serta sejauh mana skema tersebut dapat memberikan kepastian bagi pihak-pihak yang telah mengeluarkan modal secara mandiri.
Dengan demikian, persoalan MBG tidak hanya berhenti pada keberhasilan pelaksanaan program pemenuhan gizi masyarakat. Tata kelola, kepastian bagi mitra, transparansi mekanisme penyelesaian, serta perlindungan terhadap investasi yang telah dikeluarkan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan terhadap keberlanjutan program tersebut.
Kini, bola berada di tangan BGN. Janji mencari solusi berkeadilan telah disampaikan. Tantangannya adalah memastikan janji tersebut diterjemahkan menjadi formula yang transparan, terukur, dan memberikan kepastian nyata bagi para mitra MBG.***
Editor: Redaksi BE
