BBM Jenis Pertalite Rencana Akan Dibatasi: Desil 9–10 Berpotensi Tak Lagi Beli, Subsidi Ditetapkan Tepat Sasaran

Bidik Ekspres.id | Jakarta

Subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang selama ini dinikmati secara luas akan segera diketatkan. Pemerintah berencana membatasi pembelian Pertalite hanya bagi kelompok yang berhak, sehingga tidak semua kendaraan dapat membelinya seperti saat ini. Kebijakan ini diambil demi memastikan subsidi benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana tersebut setelah rapat koordinasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Selasa (11/8). Poin utamanya: masyarakat yang masuk kelompok kesejahteraan desil 9 dan desil 10 berpotensi tidak lagi diperbolehkan membeli Pertalite.

“Kita bahas kemungkinan pembatasan subsidi Pertalite untuk kelompok tingkat atas, mungkin desil 9 dan 10. Namun pelaksanaannya bukan sekarang, melainkan beberapa bulan lagi secara bertahap,” ujar Purbaya tegas.

Apa Itu Desil 9 dan 10?
Banyak yang mungkin bertanya, bagaimana pemerintah menentukan siapa saja yang masuk kelompok tersebut? Mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), desil adalah pembagian kelompok kesejahteraan keluarga yang disusun berdasarkan berbagai indikator sosial-ekonomi. Data mencakup jenis pekerjaan dan pendidikan anggota keluarga, kondisi bangunan tempat tinggal, daya listrik rumah tangga, hingga kepemilikan aset. Semakin tinggi angkanya, semakin tinggi tingkat kesejahteraannya.

Artinya, pembatasan ini bertujuan agar subsidi Pertalite tidak lagi dinikmati oleh kelompok yang sebenarnya mampu, melainkan dialihkan agar lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang memang membutuhkan.

Belum Berlaku Sekarang
Perlu ditegaskan, kebijakan ini masih berupa wacana dan belum berlaku saat ini. Pemerintah menyebut pelaksanaan akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan. Artinya, masyarakat yang masuk dalam kategori desil 9 maupun 10 belum otomatis dilarang membeli Pertalite saat ini.

Pembatasan ini menjadi langkah strategis agar subsidi BBM tidak bocor ke kelompok yang tidak berhak, sekaligus menjaga keberlanjutan anggaran negara demi kemanfaatan yang lebih luas bagi rakyat.***

Editor: Redaksi BE