Menko Pangan Zulkifli Hasan Akui Masalah Serius di MBG, Kopdes, dan Kesejahteraan Nelayan, Zulhas: Ada KDKMP yang Dibangun di Gunung

Bidik Ekspres.id | Jakarta
Pemerintah secara terbuka mengakui bahwa program andalan Makan Bergizi Gratis (MBG) belum berjalan sepenuhnya sesuai harapan. Banyak hal yang belum berjalan baik, bahkan ditemukan adanya kecurangan, penyelewengan, dan penyalahgunaan yang merugikan tujuan program tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan pengakuan ini secara jujur di hadapan publik, Rabu (12/8), di Jakarta. “Kita akui, ada yang belum berhasil. Dalam program MBG itu sendiri, banyak yang culas, banyak yang mengambil kesempatan, banyak penyalahgunaan. Itu fakta yang harus kita akui,” ujarnya dengan tegas.
Pemerintah tidak berdiam diri. Segala bentuk pelanggaran dalam pelaksanaan MBG kini sedang diproses secara hukum. Evaluasi telah dilakukan dan terus berjalan. “Kita sedang bekerja keras menertibkan semuanya. Dalam satu hingga dua bulan ke depan, kita harap perbaikan ini mulai terlihat hasilnya,” tegas Zulhas.

Namun, masalah tidak hanya berhenti di program MBG. Program pembangunan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pun ternyata masih menemui sejumlah kendala di lapangan. Salah satu yang disoroti adalah ketidaktepatan lokasi pembangunan. Ada koperasi yang justru dibangun di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau warga. “Bagaimana warga mau datang kalau jalannya sulit? Itu sedang kita periksa, kenapa bisa terjadi dan bagaimana memperbaikinya,” tambahnya.
Pekerjaan rumah yang paling mendesak lainnya adalah kesejahteraan nelayan. Zulhas menyebutkan, nilai tukar nelayan saat ini baru berada di angka 103,9, jauh di bawah target 120. Angka ini bahkan masih tertinggal jauh dibandingkan nilai tukar petani padi yang telah mencapai 127.
“Kalau tanpa bantuan beras dan tunai, anak-anak nelayan bisa-bisa tidak bersekolah. Ini kondisi yang sangat memprihatinkan,” ungkap Zulhas dengan nada haru. “Di negara yang berlandaskan Pancasila, tidak boleh ada saudara kita yang masih tertinggal begitu jauh. Ini tanggung jawab bersama.”
Di akhir pernyataannya, Zulhas menegaskan sikap pemerintah: tidak menutup kelemahan, tidak menyembunyikan masalah. “Ada yang berhasil, ada yang belum. Yang belum berhasil, kami minta maaf. Tapi kami tidak berhenti. Kami terus bekerja keras memperbaikinya, demi rakyat,” tutupnya tegas.***
Editor: Redaksi BE
