Kejahatan Jalanan Digulung! Polda Jabar Ungkap 352 Kasus, Gubernur Dedi Mulyadi Hadiri Ekspose

Bidik Ekspres.id | Bandung

Aksi kriminal di jalanan yang selama ini meresahkan masyarakat mendapat respons tegas dari Kepolisian Daerah Jawa Barat. Dalam operasi pemberantasan yang dilakukan secara serentak di seluruh wilayah hukum Jawa Barat, aparat berhasil mengungkap 352 kasus kejahatan jalanan, menangkap 413 tersangka, serta menyita 1.016 unit sepeda motor yang diduga berkaitan dengan tindak pidana.

Besarnya jumlah kasus yang berhasil diungkap menjadi gambaran bahwa kejahatan jalanan masih menjadi ancaman nyata bagi keamanan masyarakat. Namun di sisi lain, capaian tersebut juga menunjukkan meningkatnya intensitas penegakan hukum terhadap para pelaku yang selama ini beroperasi di berbagai daerah.

Pengungkapan itu dipaparkan dalam konferensi pers yang dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto, Jumat (7/8/2026).

Kapolda Jabar menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja terpadu seluruh jajaran Polda Jawa Barat, mulai dari Direktorat Reserse Kriminal Umum, Direktorat Reserse Narkoba, hingga Polrestabes, Polresta, dan Polres di seluruh kabupaten dan kota.
“Pertama, kita mengungkap 352 kasus kejahatan jalanan dengan 413 pelaku. Ini yang ditangani Polda Jawa Barat sendiri oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum maupun Direktorat Reserse Narkoba yang ada di Polda dan juga jajaran, mulai dari Poltabes, Polrestabes, Polresta, dan Polres jajaran,” ujar Irjen Pol Pipit Rismanto.

Kasus-kasus yang berhasil diungkap meliputi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Ketiga jenis kejahatan tersebut selama ini menjadi penyumbang terbesar gangguan keamanan karena tidak hanya mengakibatkan kerugian ekonomi, tetapi juga menimbulkan trauma dan rasa takut di tengah masyarakat.

Penyitaan 1.016 unit sepeda motor menjadi salah satu perhatian dalam pengungkapan tersebut. Jumlah kendaraan yang diamankan menunjukkan besarnya skala tindak pidana yang sedang ditangani aparat. Polisi akan terus melakukan pendalaman untuk memastikan status hukum kendaraan-kendaraan tersebut serta mengidentifikasi kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.

Di balik keberhasilan tersebut, muncul pesan penting bahwa pemberantasan kejahatan tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif untuk menekan angka kriminalitas.

Masyarakat diimbau agar tidak lengah saat memarkir kendaraan, menggunakan kunci pengaman tambahan, memilih lokasi parkir yang aman, serta segera melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan kepada pihak kepolisian. Semakin cepat informasi diterima aparat, semakin besar peluang tindak kejahatan dapat dicegah.

Kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam ekspos perkara itu juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung langkah penegakan hukum demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Operasi yang dilakukan Polda Jawa Barat menjadi pesan tegas bahwa ruang gerak pelaku kejahatan akan terus dipersempit melalui penindakan yang terukur, profesional, dan berkelanjutan. Di sisi lain, masyarakat diharapkan menjadi bagian dari sistem keamanan dengan membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Ketika aparat bertindak tegas dan masyarakat aktif berpartisipasi, peluang berkembangnya kejahatan jalanan akan semakin kecil, sehingga ruang publik dapat kembali menjadi tempat yang aman bagi seluruh warga.***

Editor: Redaksi