Bangun Sekolah Lewat Gotong Royong, Babinsa Sukamulya Purwadadi Kabupaten Ciamis dan Warga Bersatu Wujudkan Masa Depan Pendidikan

Bidik Ekspres.id | Kab Ciamis
Di tengah berbagai tantangan pembangunan pendidikan, semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat. Pemandangan itulah yang terlihat di lingkungan Pondok Pesantren Al-Mujtahidin, Dusun Karanganyar, RT 27 RW 04, Desa Sukamulya, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Minggu (2/8/2026), ketika aparat TNI, warga, santri, dan pengurus pondok bahu-membahu melaksanakan pengecoran lantai (dak) Gedung SMA Al-Mujtahidin.
Kegiatan karya bakti tersebut mendapat dukungan penuh dari Babinsa Desa Sukamulya, Koptu Dadan N, yang tidak hanya hadir melakukan pemantauan, tetapi juga turun langsung mengangkat material dan ikut melakukan pengecoran bersama masyarakat. Kehadiran Babinsa menjadi simbol bahwa TNI tidak hanya berperan menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam mempercepat pembangunan yang menyentuh kebutuhan rakyat, termasuk sektor pendidikan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel persiapan dan pembagian tugas oleh pimpinan Pondok Pesantren Al-Mujtahidin. Setelah itu, seluruh peserta bergerak bersama melaksanakan pengecoran lantai gedung SMA hingga pekerjaan selesai, kemudian ditutup dengan foto bersama sebagai wujud kebersamaan dan kekompakan.
Di sela kegiatan, Koptu Dadan N memberikan motivasi kepada warga dan para santri agar terus memelihara budaya gotong royong sebagai warisan luhur bangsa yang terbukti mampu mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
Semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan membawa dampak nyata. Proses pengecoran berjalan lancar, tertib, dan lebih cepat dari perkiraan berkat sinergi seluruh pihak yang terlibat. Selain mempercepat progres pembangunan Gedung SMA Al-Mujtahidin, kegiatan tersebut juga semakin mempererat hubungan antara TNI, tokoh agama, santri, dan masyarakat di wilayah binaan.
Komandan Koramil 1315/Lakbok, Kapten Inf. Warto, menegaskan bahwa karya bakti merupakan implementasi nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas kewilayahan, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama membangun daerah. Pendidikan adalah investasi masa depan bangsa, sehingga setiap pembangunan fasilitas pendidikan harus mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat melalui semangat gotong royong,” ujar Kapten Inf. Warto.

Ia menambahkan, pembangunan yang melibatkan partisipasi masyarakat akan melahirkan rasa memiliki sehingga fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan generasi mendatang.
Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Keberhasilan karya bakti ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara TNI, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat masih menjadi kekuatan besar dalam mempercepat pembangunan yang berorientasi pada kepentingan publik.
Di tengah derasnya arus modernisasi, semangat gotong royong tetap menjadi identitas bangsa yang tidak boleh luntur. Apa yang dilakukan di Ponpes Al-Mujtahidin menjadi contoh bahwa kepedulian, kebersamaan, dan partisipasi aktif masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata. Ketika seluruh elemen bersatu membangun pendidikan, yang sedang dibangun sesungguhnya bukan hanya sebuah gedung sekolah, melainkan fondasi bagi lahirnya generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.***
Editor: Wawan Hermanto
