“Ciasem Akan Selalu di Hati”, Pesan Haru Camat Ciasem Kabupaten Subang Eza Zaithon T Anshari Saat Pamit Usai Empat Tahun Mengabdi

Bidik Ekspres.id | Kab Subang
Pemerintah Kabupaten Subang kembali melakukan penyegaran birokrasi melalui rotasi dan mutasi jabatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pemerintahan dan kualitas pelayanan publik. Sebanyak 52 pejabat dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, jabatan administrator hingga pengawas resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Subang dalam sebuah prosesi yang berlangsung di halaman SD Serang Sari, Desa Kosambi, Kecamatan Cipunagara, Senin (3/8/2026).
Rotasi tersebut menjadi bagian dari strategi pembinaan aparatur sipil negara agar birokrasi tetap adaptif, profesional, serta mampu menjawab tantangan pelayanan masyarakat yang terus berkembang.
Salah satu pejabat yang mendapat amanah baru adalah Eza Zaithon T. Anshari, AP., M.Si, yang selama ini menjabat sebagai Camat Ciasem sejak 11 April 2022. Setelah mengabdi selama lebih dari empat tahun empat bulan, Eza kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Camat Sukasari. Posisinya di Kecamatan Ciasem selanjutnya diisi oleh Wawan Hermawan, S.STP., M.A.P.
Pergantian kepemimpinan di Kecamatan Ciasem mendapat perhatian masyarakat. Selama masa kepemimpinannya, Eza dikenal aktif membangun komunikasi dengan warga, mendorong kolaborasi lintas elemen masyarakat, serta berupaya menghadirkan pelayanan pemerintahan yang lebih responsif.
Ketua Srikandi Laskar Merah Putih (LMP) Jawa Barat, Eka Widaningsih, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Eza selama memimpin Kecamatan Ciasem.
Menurutnya, sosok Eza tidak hanya menjalankan tugas sebagai seorang camat, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang dekat dengan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Eza Zaithon atas pengabdian, dedikasi, dan ketulusannya selama memimpin Kecamatan Ciasem. Beliau selalu hadir di tengah masyarakat, membuka ruang komunikasi, serta bekerja dengan semangat melayani tanpa membeda-bedakan. Banyak perubahan positif yang kami rasakan, mulai dari meningkatnya koordinasi pemerintahan hingga tumbuhnya semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Semoga amanah di tempat yang baru membawa keberkahan dan kesuksesan. Bagi kami, beliau akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar Ciasem.”
Eka juga berharap Camat yang baru dapat melanjutkan berbagai program baik yang telah dibangun, sehingga pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan secara berkesinambungan.

Suasana haru mewarnai momen perpisahan Eza Zaithon dengan masyarakat Ciasem. Dalam pesan perpisahannya, ia mengawali dengan sebuah pepatah Sunda yang sarat makna.
“Datang kudu katingali tarang, mangkat kudu katingali punduk.”
Pepatah tersebut mengandung filosofi bahwa seseorang hendaknya datang dengan membawa manfaat dan pergi dengan meninggalkan kesan baik.
Eza mengingatkan bahwa setiap pertemuan pada akhirnya akan berujung pada perpisahan. Namun, menurutnya, berpisah secara fisik bukan berarti memutus tali silaturahmi maupun persahabatan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memaknai jabatan sebagai amanah yang bersifat sementara.
“Tidak ada yang abadi di dunia ini. Pangkat, jabatan, kedudukan maupun harta hanyalah titipan Allah SWT yang sewaktu-waktu dapat diambil kapan saja. Karena itu, yang paling penting adalah bagaimana kita meninggalkan manfaat selama diberi amanah.”
Eza mengenang perjalanan pengabdiannya sejak pertama kali menginjakkan kaki di Ciasem pada 11 April 2022 hingga akhirnya berpindah tugas pada 3 Agustus 2026.
Menurutnya, selama lebih dari empat tahun bertugas, banyak cerita yang terukir, mulai dari suka dan duka, keberhasilan, tantangan, hingga berbagai dinamika yang menjadi bagian dari perjalanan sebagai pelayan masyarakat.
“Ciasem adalah cinta dan semangat. Di sinilah kami belajar, bertumbuh, dan merasakan indahnya kebersamaan bersama masyarakat.”
Dalam kesempatan tersebut, Eza juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah masih terdapat kekurangan.
“Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna. Atas nama pribadi, keluarga, dan kedinasan, kami memohon maaf sebesar-besarnya atas segala khilaf dan kekurangan selama bertugas. Terima kasih atas dukungan, kerja sama, dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami.”
Menutup pesannya, Eza berharap Kecamatan Ciasem terus berkembang menjadi wilayah yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera.
“Walaupun nanti kami tidak lagi bertugas di Ciasem, Insya Allah silaturahmi akan tetap terjalin. Ciasem akan selalu di hati. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan memberkahi kita semua.”
Rotasi dan mutasi jabatan merupakan mekanisme yang lazim dalam sistem pemerintahan sebagai bagian dari pembinaan karier aparatur sipil negara. Selain menjadi sarana penyegaran organisasi, kebijakan tersebut diharapkan mampu menghadirkan inovasi, meningkatkan profesionalisme birokrasi, serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Bagi warga Ciasem, pergantian camat bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan momentum untuk melanjutkan estafet pembangunan. Harapannya, berbagai capaian positif yang telah dirintis dapat diteruskan, sementara berbagai tantangan yang masih ada dapat diselesaikan melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat demi terwujudnya Kecamatan Ciasem yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.***
Editor: Redaksi
