Tak Sekadar Mengajar, Mahasiswa KKN GISMA 55 IKIP Siliwangi Tinggalkan Warisan Pendidikan dan Kepedulian Lingkungan di Kampung Cikuya Lagadar Kab Bandung

Bidik Ekspres.id | Kab Bandung

Ketika sebagian orang memaknai pendidikan hanya sebatas ruang kelas, sekelompok mahasiswa IKIP Siliwangi justru membuktikan bahwa pendidikan yang sesungguhnya lahir dari kepedulian, keteladanan, dan keberanian hadir di tengah masyarakat. Selama satu bulan mengabdi di RW 14 Kampung Cikuya, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, mereka tidak hanya mengajar anak-anak, tetapi juga menggerakkan semangat gotong royong, menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, serta meninggalkan jejak nyata yang diharapkan terus hidup setelah mereka kembali ke kampus.

Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gerakan IKIP Siliwangi Mengabdi (GISMA) Kelompok 55, mahasiswa lintas program studi melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sejak 6 Juli hingga 5 Agustus 2026 sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa menghadirkan berbagai program pendidikan yang menyasar anak-anak dan masyarakat. Beragam perlombaan edukatif digelar, mulai dari lomba menggambar, lomba adzan, hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an, cerdas cermat, hingga permainan edukatif yang bertujuan menumbuhkan kreativitas, keberanian, karakter, serta semangat belajar anak sejak usia dini.

Puncak kegiatan diwujudkan melalui pembangunan fasilitas pembakaran sampah sebagai upaya membantu penanganan persoalan sampah di lingkungan RW 14. Program tersebut menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik, membiasakan pemilahan sampah dari rumah, menjaga kebersihan lingkungan, serta membangun kesadaran bahwa lingkungan yang sehat merupakan fondasi bagi lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.

Rangkaian pengabdian ditutup dengan pengajian bersama masyarakat di Masjid Jami Al Ma’ruf Wal Barokah pada Sabtu (1/8/2026) malam, dengan tausiyah yang disampaikan oleh Zulfikar Eka Saputra Mahasiswa Prodi PGSD

Ketua GISMA 55, Dadan Supardan Mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling mengaku KKN menjadi pengalaman yang mengubah cara pandangnya sebagai calon pendidik.

“Kami datang membawa program, tetapi justru masyarakat yang mengajarkan kami makna kehidupan. Kami belajar bahwa senyum anak-anak ketika berani tampil, semangat warga yang bergotong royong, hingga kehangatan yang kami rasakan setiap hari adalah pelajaran yang tidak pernah kami temukan di ruang kuliah. Pengabdian ini membuat kami semakin yakin bahwa menjadi guru bukan hanya menyampaikan ilmu, melainkan juga menghadirkan harapan, menjadi pendengar, sekaligus menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat,” ujar Dadan.

Ia mengatakan, seluruh anggota GISMA 55 berharap setiap kegiatan yang telah dilakukan tidak berhenti sebagai dokumentasi atau laporan akademik semata, melainkan mampu menjadi awal perubahan yang berkelanjutan.

Zulfikar Eka Saputra Mahasiswa Prodi PGSD

“Kami sadar, kehadiran kami hanya sementara, tetapi kami berharap nilai-nilai yang telah ditanamkan dapat terus tumbuh. Kami ingin anak-anak tetap semangat belajar dan bermimpi setinggi mungkin, masyarakat terus menjaga budaya gotong royong, serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan menjadi kebiasaan yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Tidak ada perubahan besar tanpa dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama,” tuturnya.

Dadan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat RW 14 Kampung Cikuya yang telah menerima mahasiswa KKN sebagai bagian dari keluarga selama masa pengabdian.

“Terima kasih kepada seluruh warga yang telah membuka pintu rumah, menerima kami dengan penuh kehangatan, serta mendukung setiap program yang kami laksanakan. Kami pulang membawa pengalaman yang tidak ternilai harganya. Semoga silaturahmi ini tidak berhenti sampai di sini, dan semoga apa yang telah kami lakukan menjadi amal kebaikan yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Pengabdian GISMA 55 menjadi gambaran bahwa peran mahasiswa tidak berhenti sebagai insan akademik, melainkan juga agen perubahan sosial yang mampu menghadirkan pendidikan dalam arti yang lebih luas. Ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan kepedulian, gotong royong, dan aksi nyata, maka pendidikan tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga mampu menggerakkan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.

Susunan Tim KKN GISMA Kelompok 55 RW 14 Kampung Cikuya

Ketua : Dadan Supardan (Bimbingan Konseling)
Sekretaris :
Winni Nurjannah (PGSD)
Evi Imelia (PGSD)
Bendahara
Yanti Sri Winarti (PGSD)
Suci Ramadhanti (BK)

Anggota
Irna Yanti (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Tanti Lestari (PGSD)
Zulfikar Eka Saputra (PGSD)
Tyara Arwinda Puspitasari (Bahasa Inggris)
Dinda Listiani Dewi (Penmas)
Ai Sulismiati (PGSD)
Dede Muhtar (BK)
Melvin Laurensia Daeli (PG PAUD)
Meyfa Nur Isnaeni (Matematika)
Ghinaroza Fauziyyah (PGSD).***

Editor: Redaksi