Sebanyak 20 Taruna Akmil “Diterjunkan” ke Sekolah Rakyat Wonosobo, Misi Diam-Diam Menempa Calon Pemimpin TNI Dimulai

Bidik Ekspres.id l Wonosobo

Sebanyak 20 Taruna Akademi Militer (Akmil) mulai menjalani Taruna Bakti di Sekolah Rakyat (SR) Wonosobo selama sepekan. Program ini bukan sekadar kegiatan pengabdian, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter dan kepemimpinan calon perwira TNI yang akan menghadapi tantangan nyata di tengah masyarakat.

Para Taruna diserahkan secara resmi oleh Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, S.Sos., yang mewakili Gubernur Akademi Militer. Dalam arahannya, Dandim menegaskan bahwa para Taruna masih berada dalam fase pendidikan sehingga membutuhkan pendampingan, evaluasi, dan pembinaan secara optimal selama berada di lingkungan Sekolah Rakyat.

“Kegiatan ini bukan hanya formalitas pendidikan. Para Taruna harus mampu belajar beradaptasi, membangun komunikasi, serta memahami kehidupan masyarakat sebagai bekal saat memimpin satuan di masa depan,” tegasnya.

Selama satu minggu, para Taruna akan hidup berdampingan dengan siswa Sekolah Rakyat yang juga menjalani kehidupan berasrama. Situasi ini dinilai menjadi laboratorium kepemimpinan yang sesungguhnya, di mana para calon perwira tidak hanya dituntut menguasai kemampuan militer, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam disiplin, etika, dan pengabdian.

Kepala Sekolah Rakyat Wonosobo, Anik Wulandari, menyambut positif kehadiran para Taruna. Menurutnya, momentum ini menjadi kesempatan langka bagi para siswa untuk berinteraksi langsung dengan calon pemimpin TNI.

“Anak-anak akan melihat secara langsung bagaimana disiplin, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini menjadi pengalaman berharga yang tidak diperoleh di ruang kelas,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran Taruna Akmil mampu menumbuhkan semangat baru bagi para siswa. Bahkan, bukan tidak mungkin dari Sekolah Rakyat Wonosobo akan lahir generasi yang kelak berhasil menembus Akademi Militer dan mengabdi kepada bangsa sebagai perwira TNI.

Program Taruna Bakti ini menjadi bukti bahwa pembentukan pemimpin TNI tidak hanya dilakukan di ruang pendidikan militer, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan masyarakat. Dari Wonosobo, para Taruna tengah ditempa untuk memahami bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya soal komando, melainkan juga kemampuan mengabdi, mengayomi, dan memberi teladan bagi rakyat.*** (Ndikrom)