Ketika Pendidikan Menyapa dari Kampung: Mahasiswa KKN GISMA Kelompok 55 IKIP Siliwangi Hadir Menyalakan Api Literasi dan Membangun Generasi Berkarakter di Kampung Cikuya RW 14 Lagadar Kab Bandung

Bidik Ekspres.id | Kab Bandung
Pendidikan sejatinya tidak hanya tumbuh di ruang-ruang kelas, tetapi juga lahir dari kepedulian, kolaborasi, dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat. Filosofi tersebut diwujudkan oleh Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gerakan IKIP Siliwangi Mengabdi (GISMA) Kelompok 55 IKIP Siliwangi Cimahi melalui berbagai program pengabdian yang berorientasi pada penguatan literasi, pendidikan karakter, serta pemberdayaan masyarakat di RW 14 Kampung Cikuya, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.
Sejak 6 Juli hingga 5 Agustus 2026, mahasiswa lintas program studi kependidikan hadir bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan mengimplementasikan nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sebagai upaya menciptakan perubahan yang berkelanjutan melalui pendidikan.
Bagi para mahasiswa calon pendidik, KKN bukan hanya tentang mengajar, melainkan proses belajar bersama masyarakat, memahami kebutuhan lingkungan, dan menghadirkan solusi yang mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang harus dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat.
Salah satu program yang mendapat sambutan hangat adalah kegiatan belajar bersama dan pembinaan mengaji yang dilaksanakan secara rutin bagi anak-anak. Program tersebut tidak hanya memperkuat kemampuan membaca, menulis, berhitung, dan memahami pelajaran sekolah, tetapi juga membentuk karakter religius, menanamkan kedisiplinan, membangun rasa percaya diri, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, serta menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat.
Dalam perspektif pendidikan modern, keberhasilan belajar tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari tumbuhnya karakter, kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan budaya literasi. Nilai-nilai tersebut menjadi ruh utama seluruh program yang dijalankan oleh KKN GISMA Kelompok 55.
Program yang paling mencuri perhatian masyarakat adalah transformasi Kantor RW 14 menjadi sebuah Taman Baca yang nyaman, edukatif, dan ramah anak. Ruang yang sebelumnya hanya digunakan sebagai pusat administrasi warga kini disulap menjadi pusat literasi yang penuh warna, dihiasi sudut baca yang menarik, koleksi buku edukatif, ruang diskusi, serta area belajar yang mampu menghadirkan suasana menyenangkan bagi anak-anak.
Taman baca tersebut diharapkan menjadi ruang tumbuhnya budaya membaca, tempat lahirnya rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, hingga kebiasaan berdiskusi. Kehadiran ruang literasi ini juga menjadi alternatif kegiatan positif yang mendorong anak-anak memanfaatkan waktu luang untuk belajar, berkarya, dan berinteraksi secara sehat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Lebih dari sekadar menyediakan buku, taman baca ini menjadi simbol bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Ketika ruang publik dimanfaatkan sebagai ruang belajar, maka masyarakat sesungguhnya sedang membangun peradaban yang berlandaskan ilmu pengetahuan.
Ketua Kelompok KKN GISMA 55, Dadan Supardan, didampingi seluruh mahasiswa peserta KKN, menegaskan bahwa seluruh program dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat dengan harapan mampu memberikan dampak nyata yang dapat terus berkembang setelah masa KKN berakhir.

“Kami meyakini bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Karena itu, setiap program yang kami laksanakan dirancang untuk menumbuhkan budaya belajar, memperkuat karakter, meningkatkan literasi, serta membangun kepedulian sosial masyarakat. Kami berharap Taman Baca dan berbagai kegiatan pembelajaran yang telah berjalan dapat terus dimanfaatkan, dikembangkan, dan menjadi warisan positif bagi masyarakat RW 14 Kampung Cikuya. Keberhasilan pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi merupakan hasil kolaborasi antara keluarga, masyarakat, dan perguruan tinggi,” ujar Dadan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga RW 14 Kampung Cikuya yang telah menerima kami dengan penuh kehangatan dan menjadikan kami bagian dari keluarga selama pelaksanaan KKN. Kehadiran kami mungkin hanya berlangsung selama satu bulan, tetapi harapan kami, semangat belajar, budaya membaca, gotong royong, dan kepedulian terhadap pendidikan akan terus tumbuh dan menjadi budaya yang mengakar di tengah masyarakat.” Lanjut Dadan
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pendidikan sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya sekolah atau perguruan tinggi.
“Kami berharap orang tua terus mendampingi anak-anak dalam belajar, memberikan teladan yang baik, serta meluangkan waktu untuk membiasakan mereka membaca dan berdiskusi di rumah maupun di Taman Baca yang telah kami bangun bersama. Pendidikan yang kuat lahir dari sinergi antara keluarga, masyarakat, sekolah, dan perguruan tinggi. Jika seluruh elemen bersatu, maka kita sedang menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, kreatif, dan memiliki kepedulian sosial.”
Dadan juga berharap seluruh program yang telah dirintis selama KKN tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus.
“Kami menitipkan Taman Baca ini kepada seluruh masyarakat RW 14 sebagai rumah ilmu pengetahuan, rumah harapan, dan rumah masa depan bagi anak-anak. Rawatlah, hidupkanlah, dan jadikan tempat ini sebagai ruang yang selalu dipenuhi aktivitas belajar, membaca, berdiskusi, dan berkarya. Keberhasilan KKN bukan diukur dari lamanya kami berada di sini, tetapi dari sejauh mana masyarakat mampu melanjutkan semangat perubahan yang telah kita bangun bersama. Semoga silaturahmi yang terjalin tetap terjaga, dan semoga Kampung Cikuya terus melahirkan generasi yang unggul, berprestasi, serta menjadi kebanggaan Kabupaten Bandung.”

Semangat pengabdian yang ditunjukkan mahasiswa KKN GISMA Kelompok 55 menjadi bukti bahwa mahasiswa adalah agen perubahan (agent of change) yang mampu menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan ikhtiar bersama untuk membentuk manusia yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, kreatif, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
KKN GISMA IKIP Siliwangi juga memperlihatkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana. Sebuah kantor RW dapat bertransformasi menjadi rumah literasi, kegiatan belajar dapat melahirkan harapan baru, dan kepedulian mahasiswa mampu menyalakan semangat masyarakat untuk terus bergerak membangun generasi yang unggul.
Di tengah tantangan perkembangan zaman, gerakan literasi dan pendidikan karakter seperti yang dilakukan KKN GISMA Kelompok 55 menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas pendidikan, budaya membaca, serta karakter generasi muda yang dibangun sejak hari ini.
Susunan Tim KKN GISMA Kelompok 55 RW 14 Kampung Cikuya
Ketua : Dadan Supardan
Sekretaris :
Winni Nurjannah – Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Evi Imelia – Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Bendahara
Yanti Sri Winarti – Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Suci Ramadhanti – Bimbingan Konseling
Anggota
Irna Yanti – Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Tanti Lestari – Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Zulfikar Eka Saputra – Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Tyara Arwinda Puspitasari – Pendidikan Bahasa Inggris
Dinda Listiani Dewi – Pendidikan Masyarakat
Ai Sulismiati – Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Dede Muhtar – Bimbingan Konseling
Melvin Laurensia Daeli – Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
Meyfa Nur Isnaeni – Matematika
Ghinaroza Fauziyyah – Pendidikan Guru Sekolah Dasar. ***
Editor: Redaksi
