BAZNAS Kabupaten Bekasi Dampingi Mualaf: Bantuan Tunai untuk Nardo Siagian Jadi Simbol Kepedulian dan Penguatan Keimanan

Bidik Ekspres.id | Kab Bekasi

Perjalanan seseorang dalam menemukan keyakinan merupakan keputusan yang lahir dari proses panjang, penuh pertimbangan, keberanian, serta keteguhan hati. Momen inilah yang mewarnai penyambutan saudara baru, Nardo Siagian, yang resmi memeluk agama Islam pada Kamis (30/7/2026).

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa menjadi mualaf bukan sekadar pergantian identitas keagamaan, melainkan awal dari perjalanan spiritual yang membutuhkan pendampingan, pembinaan, serta dukungan moral dari lingkungan sekitar.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap mualaf, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bekasi melalui perwakilannya, Ustadz M. Hanif, Lc, menyerahkan bantuan tunai kepada Nardo Siagian. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan dan pembinaan mualaf agar mereka dapat menjalani kehidupan barunya dengan lebih mantap.

Dalam kesempatan itu, Ustadz M. Hanif, Lc berpesan agar Nardo terus meluangkan waktu untuk memperdalam ilmu agama Islam melalui proses belajar yang berkelanjutan.
“Teruslah meluangkan waktu untuk memperdalam ilmu agama Islam agar keimanan semakin kuat dan pemahaman terhadap ajaran Islam semakin baik,” pesannya.

Sementara itu, H. Royani, M.A., kepada BidikEkspres.id, menyampaikan harapannya agar bantuan tersebut menjadi penyemangat bagi para mualaf dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.
“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi saudara kita untuk lebih memahami agama Islam dengan lebih baik,” tuturnya.

Lebih lanjut, H. Royani menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh muzakki BAZNAS Kabupaten Bekasi yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga tersebut.

Menurutnya, kepedulian para muzakki menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, khususnya bagi mereka yang baru memeluk agama Islam.

Ia menegaskan bahwa santunan yang diberikan bukan semata-mata bantuan materi, melainkan bentuk dukungan nyata agar para mualaf semakin mantap menapaki jalan keimanan, mampu memenuhi kebutuhan dasar, serta lebih mudah mempelajari dan memahami ajaran Islam secara benar.

Di sisi lain, pendampingan terhadap mualaf memiliki nilai edukatif yang penting bagi masyarakat. Kehadiran mereka membutuhkan ruang pembinaan yang berkesinambungan agar dapat beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa merasa sendiri. Karena itu, dukungan dari keluarga besar umat Islam, lembaga keagamaan, dan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses tersebut.

H. Royani berharap kepedulian seperti ini terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga semakin banyak pihak yang tergerak untuk membantu sesama, terutama mereka yang sedang memulai perjalanan keimanan.
“Semoga segala kebaikan para muzakki dan seluruh pihak yang telah membantu menjadi amal jariyah yang terus mengalir serta mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT,” pungkasnya.

Melalui program pendampingan dan santunan bagi mualaf, BAZNAS Kabupaten Bekasi menunjukkan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berorientasi pada bantuan ekonomi, tetapi juga membangun solidaritas, memperkuat pembinaan keagamaan, serta menghadirkan rasa persaudaraan yang hangat bagi setiap muslim yang baru memulai perjalanan iman.***

Editor: Hermansyah