Kekeringan Sawah Jadi Alarm Tata Kelola Irigasi, Plt. Bupati Bekasi Sidak Bendung Kedung Gede dan Temukan Sejumlah Titik Bermasalah

Bidik Ekspres.id | Kab Bekasi
Keluhan petani terkait kekeringan lahan pertanian di Kecamatan Pebayuran akhirnya mendapat respons langsung dari Pemerintah Kabupaten Bekasi. Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, turun meninjau sejumlah titik Bendung Kedung Gede (BKG), Selasa (28/7), untuk memastikan kondisi jaringan irigasi yang menjadi urat nadi ribuan hektare areal persawahan.
Peninjauan tersebut mengungkap fakta bahwa sejumlah titik saluran irigasi mengalami penyumbatan dan kerusakan infrastruktur yang menghambat distribusi air menuju lahan pertanian. Temuan itu menjadi sinyal bahwa persoalan irigasi tidak dapat lagi dipandang sebagai masalah musiman, melainkan membutuhkan penanganan yang cepat, terukur, dan berkelanjutan.
Di tengah meningkatnya kebutuhan air untuk sektor pertanian, terganggunya aliran irigasi berpotensi mengancam produktivitas sawah serta berdampak pada kesejahteraan petani. Kondisi tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan infrastruktur pengairan sebagai salah satu fondasi ketahanan pangan daerah.
Menanggapi temuan di lapangan, Plt. Bupati Bekasi menegaskan Pemerintah Kabupaten Bekasi akan segera mengusulkan perbaikan jembatan yang mengalami kendala serta mempercepat normalisasi saluran irigasi melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan Perum Jasa Tirta (PJT) II.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengembalikan kelancaran distribusi air ke areal persawahan sekaligus memperkuat fungsi infrastruktur pengairan dalam menghadapi perubahan musim. Menurutnya, normalisasi saluran bukan hanya solusi menghadapi kekeringan saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari mitigasi risiko banjir ketika intensitas hujan meningkat.
Peninjauan dilakukan bersama Kepala Unit Pengelola Irigasi BBWS Citarum, perwakilan PJT II, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, dan Camat Pebayuran. Rombongan memulai peninjauan dari BKG 6 di Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, kemudian melanjutkan ke BKG 17, BKG 19, BKG 21 hingga BKG 38 di Kecamatan Pebayuran untuk melihat langsung kondisi jaringan irigasi di lapangan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak berkurangnya ketersediaan air, kegiatan tersebut ditutup dengan penyaluran bantuan air bersih kepada warga Desa Karangsegar.***
Editor: Sugiono
Sumber: Pemkab Bekasi
