Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya, Bupati Cecep Soroti Evaluasi Pelayanan Publik dan Percepat 13 Program Prioritas

Bidik Ekspres.id | Kab Tasikmalaya
Peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya menjadi seremoni mengenang sejarah panjang Tatar Sukapura, tetapi juga menjadi panggung evaluasi terhadap kinerja pemerintahan sekaligus penegasan arah pembangunan daerah ke depan.
Momentum tersebut mengemuka dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Tasikmalaya yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (26/7/2026). Sidang dihadiri langsung oleh Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP, bersama Wakil Bupati H. Asep Sopari Al-Ayubi, S.P., M.I.P, serta unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat.
Dalam pidatonya, Bupati Cecep mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan hari jadi daerah sebagai momentum refleksi atas perjalanan Kabupaten Tasikmalaya selama hampir empat abad. Menurutnya, sejarah bukan sekadar untuk dikenang, tetapi menjadi pijakan dalam menjawab tantangan pembangunan yang terus berkembang.
Ia menegaskan, berbagai capaian pembangunan yang diraih Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya patut diapresiasi meskipun dilaksanakan di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi pemerintah daerah.
“Melalui refleksi tersebut, kita dapat menghargai capaian keberhasilan yang telah dicapai sejauh ini, meskipun di tengah berbagai keterbatasan yang kita semua rasakan belakangan ini,” ujar Bupati Cecep.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Cecep juga memaparkan strategi percepatan pembangunan melalui 13 Program Prioritas Gerak Cepat yang menjadi inovasi pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, ia menyampaikan sejumlah penghargaan yang berhasil diraih Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sepanjang tahun 2025 hingga 2026 sebagai indikator atas berbagai upaya peningkatan tata kelola pemerintahan.
Namun demikian, Bupati mengingatkan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, ukuran keberhasilan pemerintah sejatinya terletak pada sejauh mana masyarakat merasakan manfaat nyata dari pelayanan publik yang diberikan.

Bagian yang paling menyita perhatian dalam pidato Bupati adalah penyampaian permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat. Ia mengakui masih terdapat pelayanan pemerintah yang belum mampu memenuhi seluruh harapan warga Kabupaten Tasikmalaya.
“Pada kesempatan yang baik ini kami sampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Tasikmalaya yang belum mendapatkan pelayanan yang optimal,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan rumah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pengakuan atas adanya kekurangan dinilai menjadi langkah penting dalam membangun pemerintahan yang terbuka, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-394 juga menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, tokoh agama, akademisi, hingga masyarakat memiliki peran strategis dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, unsur Forkopimda Kabupaten Tasikmalaya, Sekretaris Daerah, para Asisten Daerah, Staf Ahli, Kepala SKPD, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Tasikmalaya, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, perbankan, Dharma Wanita Persatuan, tokoh agama, serta para tamu undangan lainnya.***
Editor: Redaksi
