Sebanyak 546 Koperasi dan Rp907 Miliar Berputar di Wonosobo, Mampukah Koperasi Merah Putih Menjawab Tantangan Ekonomi Desa?

Bidik Ekspres.id l Wonosobo

Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Alun-alun Wonosobo, Minggu (26/7/2026), tak sekadar diwarnai jalan sehat dan kemeriahan ribuan peserta. Di balik euforia tersebut, tersimpan pesan kuat mengenai masa depan ekonomi kerakyatan yang kini kembali menjadi fokus pemerintah melalui program Koperasi Merah Putih.

Tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” menjadi pengingat bahwa koperasi bukan hanya simbol sejarah, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa.

Dalam sambutan Bupati Wonosobo yang dibacakan Sekretaris Daerah, Drs. One Andang Wardoyo, M.Si., ditegaskan bahwa koperasi harus mampu menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat melalui akses permodalan, pemasaran, hingga memperkuat posisi tawar petani dan pelaku UMKM.

Data yang dipaparkan pun cukup mencolok. Hingga saat ini, Wonosobo memiliki 546 koperasi aktif, termasuk 265 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dengan volume usaha mencapai sekitar Rp907 miliar. Angka tersebut menunjukkan besarnya perputaran ekonomi berbasis koperasi sekaligus menjadi tantangan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat secara merata.

Usai jalan sehat, jajaran Forkopimda meninjau stan pameran koperasi dan UMKM. Di stan Koperasi Merah Putih, perhatian tertuju pada komitmen pemerintah memperkuat kembali gerakan koperasi sebagai fondasi ekonomi nasional.

Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, S.Sos. menegaskan bahwa kebangkitan koperasi harus mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Saat ini pemerintah sedang menggalakkan kembali koperasi. Salah satunya melalui Koperasi Merah Putih yang diharapkan mampu memperkuat perekonomian masyarakat hingga tingkat desa,” tegas Dandim.

Ia menilai keberhasilan program tersebut tidak cukup hanya dengan pembentukan koperasi, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat agar koperasi mampu berkembang menjadi lembaga ekonomi yang profesional, sehat, dan mandiri.

“Mari kita dukung program Koperasi Merah Putih demi kesejahteraan bersama. Dengan koperasi yang kuat, ekonomi masyarakat akan semakin mandiri dan kesejahteraan dapat dirasakan secara merata,” ujarnya.

Peringatan Harkopnas ke-79 pun menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial. Besarnya jumlah koperasi dan nilai usaha yang telah beredar menjadi indikator potensi ekonomi yang luar biasa. Namun, tantangan sesungguhnya adalah memastikan koperasi tidak hanya bertambah secara kuantitas, melainkan benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan anggota, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Wonosobo secara nyata.***