Persib Bandung Buka Piala Presiden 2026 dengan Kemenangan Tipis, Debut Para Rekrutan Baru Langsung Berbuah Tiga Poin

Bidik Ekspres.id | Kab Bandung
PERSIB Bandung mengawali langkah di Grup A Piala Presiden 2026 dengan hasil positif. Maung Bandung sukses menundukkan Arema FC dengan skor tipis 1-0 pada laga pembuka yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026).
Gol semata wayang kemenangan PERSIB dicetak striker Uilliam Barros Pereira pada menit ke-23 melalui penyelesaian akhir yang lahir dari kerja sama apik antarlini. Kemenangan ini menjadi modal penting bagi skuad asuhan Igor Tolic dalam mengarungi turnamen pramusim sekaligus memberikan sinyal bahwa proses pembentukan tim mulai menunjukkan arah yang menjanjikan.
Sorotan utama pertandingan tertuju pada keputusan Igor Tolic yang langsung mempercayakan sejumlah rekrutan anyar sebagai starter. Gabriel Mutombo, Luka Menalo, Balsa Sekulic, dan Ikhwan Ali Tanamal tampil sejak menit pertama, sementara Gakuto Notsuda serta Rafi Rasyiq harus mengawali laga dari bangku cadangan.
Mereka dipadukan dengan pemain-pemain berpengalaman seperti Teja Paku Alam di bawah mistar, Patricio Matricardi, Kakang Rudianto, Luciano Guaycochea, Adam Alis, Rosembergne “Berguinho” Da Silva, hingga Uilliam Barros Pereira yang menjadi penentu kemenangan.
Pada awal pertandingan, Arema FC sempat tampil agresif dan memberikan tekanan kepada lini pertahanan PERSIB. Namun, setelah mampu keluar dari tekanan tersebut, Maung Bandung perlahan mengambil alih ritme permainan.
Momentum itu berbuah gol pada menit ke-23. Serangan yang dibangun melalui kombinasi Balsa Sekulic dan Berguinho berhasil membuka ruang bagi Uilliam Barros Pereira. Tanpa membuang peluang, Barros melepaskan sontekan yang gagal diantisipasi penjaga gawang Arema FC dan mengubah skor menjadi 1-0.
Usai cooling break, intensitas pertandingan semakin meningkat. Gabriel Mutombo menerima kartu kuning akibat pelanggaran yang dilakukannya. Meski kedua tim saling menekan hingga akhir babak pertama, skor 1-0 tetap bertahan saat turun minum.
Memasuki babak kedua, PERSIB tampil lebih dominan. Tanpa melakukan pergantian pemain sejak awal babak, tim besutan Igor Tolic langsung mengambil inisiatif menyerang. Pada menit ke-49, pemain Arema FC, Careca, diganjar kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap Ikhwan Ali Tanamal.
Tekanan terus dilancarkan PERSIB. Tendangan bebas Luciano Guaycochea pada menit ke-57 masih melambung di atas mistar. Lima menit berselang, sepakan keras Balsa Sekulic berhasil ditepis Ady Satrio, sementara bola muntah yang disambar Guaycochea juga belum menemui sasaran.

Arema FC sempat memperoleh peluang emas pada menit ke-63 melalui Gustavo Henrique yang baru masuk sebagai pemain pengganti. Namun, kesempatan tersebut gagal dikonversi menjadi gol sehingga keunggulan PERSIB tetap terjaga.
Melihat intensitas pertandingan yang terus meningkat, Igor Tolic melakukan sejumlah pergantian pemain. Pada menit ke-65, Dion Markx, Dedi Kusnandar, dan Al Hamra Hehanussa masuk menggantikan Ikhwan, Luka Menalo, serta Kakang Rudianto.
Setelah cooling break, penyegaran kembali dilakukan dengan memasukkan Ramon Tanque, Nazriel Alfaro, Gakuto Notsuda, dan Julio Cesar menggantikan Balsa Sekulic, Adam Alis, Luciano Guaycochea, serta Gabriel Mutombo.
Memasuki 10 menit terakhir, Arema FC meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan. Lini pertahanan PERSIB dipaksa bekerja keras meredam berbagai serangan. Blok krusial Julio Cesar pada menit ke-88 menjadi salah satu momen penting yang menggagalkan peluang lawan. Semenit kemudian, sontekan Gustavo Henrique memanfaatkan umpan Careca juga masih melebar dari sasaran.
Pada masa injury time, PERSIB hampir menggandakan keunggulan melalui serangan balik cepat. Berguinho melepaskan tembakan pada menit 90+1, namun masih mampu diamankan Ady Satrio.
Menjelang laga usai, Muhammad Adzikry turut dimainkan untuk menambah tenaga segar di lini depan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan dan memastikan PERSIB mengamankan tiga poin perdana di Grup A Piala Presiden 2026.
Kemenangan ini bukan sekadar membuka peluang PERSIB melangkah lebih jauh di turnamen pramusim, tetapi juga menjadi gambaran awal bahwa adaptasi para pemain baru mulai berjalan positif. Meski demikian, efektivitas penyelesaian akhir dan konsistensi menjaga tempo permainan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi sebelum menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.
Bagi masyarakat dan pecinta sepak bola, turnamen pramusim seperti Piala Presiden menjadi tolok ukur perkembangan sebuah tim. Namun, hasil di ajang ini tetap harus dipandang sebagai bagian dari proses pembentukan kekuatan menuju kompetisi resmi, sehingga konsistensi permainan dan perkembangan tim menjadi indikator yang jauh lebih penting dibanding sekadar hasil akhir pertandingan.***
Editor: Redaksi
