Bau Menyengat SPPG Sawangan Picu Protes Warga, Dugaan Pengelolaan Sampah Jadi Sorotan

Bidik Ekspres.id l Wonosobo
Aroma busuk yang diduga berasal dari tumpukan sampah basah di lingkungan SPPG Sawangan, Kecamatan Leksono, memicu keluhan warga. Bau menyengat disebut mengganggu aktivitas sehari-hari dan memunculkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan serta kebersihan lingkungan. Rabu 22/7/2026
Hasil klarifikasi kepada Kepala SPPG Sawangan, Mita, menyebutkan bahwa pengelolaan sampah telah bekerja sama dengan pemerintah desa dengan mekanisme pengangkutan satu kali dalam sepekan. Namun, warga menilai pola tersebut tidak memadai untuk sampah organik yang cepat membusuk dan menghasilkan bau.

Persoalan ini memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian sistem pengelolaan sampah dengan ketentuan UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta prinsip higiene sanitasi yang mengharuskan sampah basah ditangani secara cepat agar tidak menjadi sumber pencemaran maupun sarang vektor penyakit.
Situasi semakin menjadi perhatian setelah tim media melakukan pengecekan lapangan. Ketua Umum DPP KJN, Cak Met, mengaku dihubungi seseorang berinisial AY yang mengaku dari pihak SPPG dan meminta agar temuan tersebut tidak dipublikasikan. Pernyataan itu disampaikan oleh Cak Met. Hingga saat ini belum ada keterangan dari pihak AY terkait pengakuan tersebut.
“Kami DPP KJN akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial dengan mengedepankan kepentingan publik,” tegas Cak Met.

Sementara itu, warga mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di SPPG Sawangan, termasuk pengangkutan setiap hari atau maksimal dua hari sekali, agar persoalan bau tidak terus berulang dan hak masyarakat atas lingkungan yang sehat tetap terjaga.***
