Rasa Aman Warga Jadi Sorotan, Walikota Bandung Farhan Perkuat Patroli dan Kebut Penerangan Jalan di Tengah Maraknya Aksi Begal di Bandung

Bidik Ekspres.id | Bandung

Maraknya aksi kejahatan jalanan, khususnya begal, mendorong Pemerintah Kota Bandung mengambil langkah strategis untuk mengembalikan rasa aman masyarakat. Tidak hanya mengandalkan penindakan aparat kepolisian, Pemkot Bandung juga mempercepat penguatan patroli keamanan, pembenahan penerangan jalan umum (PJU), serta menghidupkan kembali semangat Warga Jaga Warga sebagai upaya pencegahan kriminalitas berbasis lingkungan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa keberhasilan penanganan keamanan tidak semata-mata diukur dari turunnya angka kriminalitas. Menurutnya, indikator yang jauh lebih penting adalah sejauh mana masyarakat merasa aman ketika menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama pada malam hari.

“Kalau dari paparan Pak Kapolres, tingkat kriminalitas di Kota Bandung memang sudah jauh menurun. Tapi sekarang persoalannya bukan lagi soal statistik. Yang paling penting adalah rasa aman masyarakat,” ujar Farhan, Minggu (20/7/2026).

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak ingin terlena oleh data penurunan kejahatan apabila di lapangan masyarakat masih dihantui rasa takut akibat aksi begal maupun kriminalitas jalanan lainnya.

Sebagai langkah konkret, Farhan memastikan akan menggelar rapat khusus bersama Kapolrestabes Bandung guna membahas berbagai bentuk dukungan operasional dari Pemerintah Kota bagi kepolisian agar patroli keamanan dapat ditingkatkan secara maksimal.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

“Nanti saya akan rapat khusus dengan Pak Kapolres. Saya ingin mengetahui apa saja yang bisa didukung secara operasional oleh Pemkot supaya kepolisian bisa menjalankan tugasnya dengan lebih optimal,” katanya.

Selain memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum, Farhan juga mengajak masyarakat kembali menghidupkan budaya kepedulian terhadap lingkungan melalui program Warga Jaga Warga. Menurutnya, keterlibatan masyarakat bukan untuk mengambil alih tugas aparat keamanan, melainkan membangun sistem kewaspadaan kolektif yang mampu mencegah potensi tindak kriminal sejak dini.
“Prinsip Warga Jaga Warga bukan berarti masyarakat menggantikan tugas negara. Aparat pemerintah dan kepolisian tetap bertanggung jawab menjalankan tugasnya. Tapi semangatnya adalah solidaritas dan gotong royong antarwarga,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemkot Bandung juga menyoroti persoalan minimnya penerangan di sejumlah ruas jalan yang dinilai berpotensi menjadi faktor pendukung terjadinya aksi kriminalitas. Kondisi jalan yang gelap kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya karena mengurangi pengawasan masyarakat maupun pengguna jalan.

Farhan mengakui masih terdapat banyak titik yang membutuhkan penerangan tambahan. Karena itu, pemerintah tengah menyusun kembali alokasi anggaran agar program pengadaan dan perbaikan lampu penerangan jalan dapat segera direalisasikan.
“Saya akui masih ada jalan yang gelap. Karena itu kami sedang mengolah anggaran agar Kota Bandung bisa kembali terang. Memang prosesnya agak lama karena kami menyusun ulang perencanaannya,” ujarnya.

Pemkot menargetkan program percepatan penerangan jalan mulai dilaksanakan pada triwulan ketiga hingga triwulan keempat tahun 2026 melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mempercantik wajah Kota Bandung, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pencegahan kejahatan melalui peningkatan kualitas infrastruktur publik.

Dalam kesempatan yang sama, Farhan turut mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung agar tetap menjaga disiplin dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, tantangan sebagai pelayan publik tidak mengenal batas waktu karena berbagai persoalan perkotaan dapat muncul kapan saja.
“Saya sampaikan kepada teman-teman ASN, jangan mengeluh. Kota Bandung ini tidak pernah bisa santai. Banyak persoalan yang muncul justru di luar jam kerja. Itulah konsekuensi sebagai pelayan masyarakat,” tegas Farhan.

Upaya memperkuat patroli, mempercepat penerangan jalan, serta membangun kembali kepedulian masyarakat terhadap lingkungan menunjukkan bahwa penanganan keamanan memerlukan kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan warga. Pengamat keamanan menilai, keberhasilan menekan aksi begal tidak hanya bergantung pada penindakan pelaku, tetapi juga pada pencegahan melalui kehadiran negara, infrastruktur yang memadai, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan secara bersama-sama.***

Editor: Redaksi