Jalur Maut di Depan Sekolah Rakyat Candiyasan Disorot: Jalan Gelap, Berdebu, Minim Rambu, Sampai Kapan Keselamatan Pengguna Jalan Diabaikan?

Bidik Ekspres.id l Wonosobo
Kondisi ruas jalan provinsi di depan Sekolah Rakyat, Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek, kembali menuai sorotan tajam dari pemerhati lingkungan dan keselamatan jalan. Mereka menilai kondisi jalur tersebut sudah berada pada titik yang membahayakan dan memerlukan tindakan cepat dari pihak yang bertanggung jawab.
Menurut pemerhati lingkungan dan jalan raya, aktivitas proyek di sepanjang ruas tersebut diduga belum diimbangi dengan standar pengamanan yang memadai. Material proyek terlihat berserakan di sekitar badan jalan, sementara rambu-rambu peringatan dan lampu kuning berkedip yang seharusnya memberi peringatan kepada pengendara dinilai sangat minim, bahkan tidak terlihat di sejumlah titik.
Kondisi semakin memprihatinkan saat malam hari. Penerangan jalan yang minim membuat jalur menjadi gelap, sedangkan debu tebal akibat aktivitas proyek mengurangi jarak pandang pengendara. Kombinasi kedua faktor tersebut dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih ruas ini merupakan jalur utama dengan arus kendaraan yang padat setiap hari.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan sampai fasilitas keselamatan baru dipasang setelah terjadi korban berikutnya. Pencegahan jauh lebih penting daripada penyesalan,” tegas salah seorang pemerhati jalan. Selasa 21/07/2026.

Mereka mendesak instansi terkait, pelaksana proyek, serta pemerintah provinsi untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan proyek. Pemasangan rambu peringatan, lampu isyarat, pengendalian debu, serta penerangan jalan dinilai sebagai langkah mendesak yang tidak boleh ditunda.
Masyarakat berharap kritik ini menjadi perhatian serius, bukan sekadar menjadi catatan. Keselamatan pengguna jalan, termasuk pelajar, warga sekitar, dan para pengendara yang melintas setiap hari, merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijamin melalui tindakan nyata.***
