Resmi…! PERSIB Bandung Rekrut Mariano Peralta, Mesin Gol Argentina yang Disiapkan Hadapi Liga dan Panggung Asia

Bidik Ekspres.id | Bandung

PERSIB Bandung kembali menunjukkan keseriusannya membangun kekuatan untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Tim berjuluk Pangeran Biru itu resmi mengamankan tanda tangan penyerang asal Argentina, Mariano Ezequiel Peralta Bauer, dengan kontrak berdurasi dua tahun hingga 2028.

Kedatangan pemain berusia 28 tahun tersebut bukan sekadar menambah daftar pemain asing, melainkan menjadi bagian dari strategi manajemen dalam memperkuat daya gedor sekaligus memperdalam kualitas skuad yang akan bersaing di kompetisi domestik dan level Asia.

Sorotan publik pun mengarah kepada Peralta. Pasalnya, penyerang kelahiran Adrogué, Argentina, 20 Februari 1998 itu tampil luar biasa bersama Borneo FC pada musim 2025/2026. Catatan 20 gol dan 14 assist menjadi bukti bahwa dirinya bukan hanya seorang finisher, tetapi juga kreator serangan yang mampu mengubah jalannya pertandingan.

Statistik tersebut menjadikan Peralta sebagai salah satu pemain asing paling produktif di kompetisi musim lalu. Kecepatan, mobilitas tinggi, kemampuan membuka ruang, serta efektivitas penyelesaian akhir menjadi karakter yang diyakini mampu menjawab kebutuhan lini depan PERSIB.

Sebelum merumput di Indonesia, Peralta mengawali karier profesional bersama akademi San Lorenzo, salah satu klub elite Argentina. Ia menandatangani kontrak profesional pada 2018 dan menjalani debut di kasta tertinggi Liga Argentina pada 1 Maret 2020 saat San Lorenzo menaklukkan Aldosivi dengan skor 3-1.

Perjalanan kariernya kemudian berlanjut melalui masa peminjaman di Unión de Santa Fe pada 2022, dilanjutkan bersama Cerro, hingga akhirnya bergabung dengan Borneo FC pada 2024. Pengalaman bermain di berbagai level kompetisi menjadi modal penting yang diharapkan mampu mempercepat proses adaptasinya di Bandung.

Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa perekrutan Peralta merupakan hasil evaluasi menyeluruh dari tim pelatih yang telah memantau performanya secara konsisten sepanjang musim lalu.

“Tim pelatih PERSIB membutuhkan pemain dengan karakter menyerang yang memiliki mobilitas tinggi, kecepatan, serta mampu mengonversi peluang menjadi gol secara efektif. Berdasarkan hasil evaluasi, Mariano Peralta memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan tim,” ujar Adhitia.

Menurutnya, musim 2026/2027 akan menjadi tantangan berat karena PERSIB harus menjalani jadwal padat di kompetisi domestik maupun Asia. Karena itu, kualitas individu saja tidak cukup. Kedalaman skuad menjadi faktor penting untuk menjaga konsistensi performa sepanjang musim.

“PERSIB membangun skuad yang tidak hanya kompetitif dari sisi kualitas, tetapi juga memiliki kedalaman yang mumpuni untuk menghadapi jadwal pertandingan yang padat. Kami optimistis Mariano dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan tim selama dua musim ke depan,” katanya.

Manajemen juga meyakini pengalaman internasional yang dimiliki Peralta akan mempercepat proses adaptasinya terhadap filosofi permainan PERSIB, kultur klub, hingga atmosfer luar biasa yang selalu dihadirkan Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

“Dengan pengalaman yang dimiliki, kami percaya Mariano mampu beradaptasi dengan cepat dan memberikan kontribusi terbaik bagi tim. Kami berharap ia dapat tumbuh bersama PERSIB dan menjadi bagian dari perjalanan meraih prestasi yang lebih tinggi,” tambah Adhitia.

Menutup pernyataannya, Adhitia menyampaikan sambutan hangat kepada rekrutan anyar Maung Bandung tersebut.

“Wilujeng sumping, Mariano Peralta. Selamat datang di keluarga besar PERSIB dan di Kota Bandung. Semoga kebersamaan ini menjadi awal dari perjalanan yang penuh prestasi dan kebanggaan bagi kita semua.”

Perekrutan Mariano Peralta menunjukkan bahwa klub sepak bola modern tidak lagi hanya mengandalkan nama besar pemain, tetapi juga mengedepankan analisis performa, statistik, dan kebutuhan taktik. Langkah PERSIB merekrut pemain dengan produktivitas tinggi menjadi gambaran bahwa proses pembentukan skuad kompetitif harus didasarkan pada evaluasi objektif, sehingga mampu meningkatkan kualitas persaingan di sepak bola Indonesia sekaligus memperkuat daya saing klub di level Asia.***

Editor: Redaksi